Sektor Saham Potensial Untung dari Penurunan BI Rate 4,75%

 

Rancak Media – , JAKARTA – Pasar saham Indonesia diproyeksikan akan menerima sentimen positif yang signifikan menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 4,75%. Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) yang berlangsung pada periode 16—17 September 2025.

Dampak dari keputusan penting BI tersebut langsung terasa di pasar. Sesaat setelah pengumuman, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat impresif sebesar 43 poin atau 0,54%, menembus level psikologis 8.000, tepatnya mencapai 8.000,7 pada Rabu (17/9/2025) pukul 14.46 WIB. Sepanjang perdagangan hari itu, indeks komposit bergerak dinamis dalam rentang 7.940,51 hingga 8.002,19.

Pergerakan IHSG yang positif tersebut didukung oleh partisipasi aktif investor, di mana tercatat 327 saham menguat, 327 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar bursa berhasil mencapai angka Rp14.515,51 triliun, menunjukkan geliat pasar yang menjanjikan.

Merespons kondisi ini, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa situasi saat ini sangatlah positif bagi pasar saham. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa dalam jangka pendek, tidak semua sektor akan merasakan dorongan kinerja yang sama dari pemangkasan suku bunga acuan BI ini.

Nafan lebih lanjut menguraikan bahwa beberapa sektor yang diproyeksikan akan menerima manfaat paling besar dari penurunan suku bunga pada sisa tahun 2025 adalah sektor konsumer siklikal, sektor properti, serta emiten-emiten yang berbasis emas. Menurutnya, pemangkasan suku bunga acuan ini akan menjadi katalis utama yang mendorong pemulihan (rebound) sektor konsumer siklikal dan properti di sepanjang sisa tahun 2025.

“Berdasarkan analisis weekly relative rotation graph, sektor IDX Cyclicals dan IDX Property berpotensi memimpin pemulihan kinerja. Sementara itu, IDX Industrials dan IDX Technology berada di posisi pertama dalam rotasi kinerja,” ungkap Nafan saat dihubungi Bisnis, Rabu (17/9/2025).

: Bank Indonesia Pangkas BI Rate ke Level 4,75%, IHSG Tembus Level 8.000

Prediksi Nafan mulai terwujud di lapangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada Rabu (17/9/2025) pukul 15.15 WIB, kinerja sektor konsumer siklikal telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mampu menyudahi tekanan yang dialami sepanjang tahun berjalan 2025. Sektor ini bahkan berhasil naik 0,11% pada perdagangan intraday hari itu. Sementara itu, sektor properti telah lebih dahulu melesat sejak memasuki bulan Agustus, mengindikasikan pemulihan yang kuat.

Namun demikian, terhadap sejumlah sektor lain, Nafan menilai masih terdapat tantangan yang membayangi kinerja mereka. Sebagai contoh, sektor kesehatan, meskipun menerima katalis positif dari pemangkasan suku bunga, tetap menghadapi kendala signifikan berupa tantangan bahan baku impor yang masih membebani operasional.

Situasi serupa juga dialami oleh sektor konsumer non-siklikal dan finansial. Menurut Nafan, kedua sektor ini masih berada dalam “lagging zone” atau zona tertinggal, yang disebabkan oleh lemahnya daya beli masyarakat serta perlambatan pertumbuhan kredit. Walau demikian, ia menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan akan adanya penguatan kinerja saham di kedua sektor ini di masa mendatang.

“Meskipun demikian, IDX Non-cyclicals dan IDX Financials memiliki potensi menguat ke depannya. Hal ini mengingat kebijakan pro-pertumbuhan dari Bank Indonesia berpotensi memperkuat daya beli konsumsi domestik, serta mendorong pertumbuhan kredit yang lebih baik di masa mendatang,” tegasnya, memberikan optimisme terhadap prospek jangka panjang sektor-sektor tersebut.

Melihat kondisi pasar yang dinamis ini, Nafan merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk dicermati oleh para investor. Beberapa di antaranya adalah AUTO, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, BNGA, BTPS, ELSA, ERAA, PGAS, PTBA, TLKM, dan SIDO. Menurut analisisnya, saham-saham ini masih terhitung murah dan menawarkan potensi pembagian dividen yang menarik, menjadikannya pilihan investasi yang patut dipertimbangkan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Bank Indonesia menurunkan BI Rate menjadi 4,75%, yang diproyeksikan memberikan sentimen positif pada pasar saham Indonesia. IHSG langsung merespons dengan penguatan, menembus level psikologis 8.000. Sektor yang diperkirakan paling diuntungkan adalah sektor konsumer siklikal, properti, dan emiten berbasis emas.

Meski demikian, tidak semua sektor akan merasakan dampak positif yang sama. Sektor kesehatan masih menghadapi tantangan bahan baku impor, sementara sektor konsumer non-siklikal dan finansial masih berada di zona tertinggal karena lemahnya daya beli dan perlambatan pertumbuhan kredit. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor adalah AUTO, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, BNGA, BTPS, ELSA, ERAA, PGAS, PTBA, TLKM, dan SIDO.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.