Rancak Media – JAKARTA —IHSG Melesat Lampaui 8.000 Setelah BI Pangkas Suku Bunga Acuan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru dengan menembus level 8.000 setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang turut memengaruhi optimisme pasar.
Berdasarkan data dari RTI Business, pada perdagangan hari ini pukul 14.46 WIB, IHSG melonjak 43 poin atau 0,54% ke posisi 8.000,7 secara intraday. Pergerakan indeks komposit terpantau fluktuatif, berada dalam rentang 7.940,51 hingga 8.002,19.
Kinerja pasar saham secara keseluruhan menunjukkan sinyal positif, dengan 327 saham mengalami kenaikan, sementara jumlah saham yang melemah juga sama, yaitu 327 saham. Sebanyak 146 saham lainnya terpantau stagnan. Kapitalisasi pasar pada hari ini tercatat mencapai Rp14.515,51 triliun.
Sejumlah saham menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG. Di antaranya adalah PTRO yang melesat 7,16%, BRPT melonjak 7,33%, BBRI menguat 1,21%, DSSA naik 0,92%, HOKI meroket 32,05%, dan BREN yang juga turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan tipis 0,56%.
Keputusan Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga acuan menjadi 4,75% merupakan hasil dari Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) yang berlangsung pada 16—17 September 2025.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16 dan 17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate menjadi 4,75%,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers seusai RDG BI, Rabu (17/9/2025).
Dalam pengumuman tersebut, BI juga menyampaikan penurunan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,00% dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,50%.
Gubernur Perry menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sejalan dengan proyeksi inflasi untuk tahun 2025 dan 2026 yang diperkirakan akan tetap rendah dan terkendali dalam target 2,5±1%.
“Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5% ±1% dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangannya bahwa IHSG masih berpotensi bergerak sideways menjelang pengumuman BI Rate dan suku bunga acuan The Fed.
Untuk hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dengan rentang support 7.870–7.900 dan resistance 7.980–8.020. BNI Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, WIIM, ADRO, BUMI, PGAS, dan WIRG sebagai pilihan trading yang menarik untuk hari ini.
Tim riset Phintraco Sekuritas juga memberikan proyeksi bahwa IHSG hari ini berpeluang bergerak pada kisaran 7.850-8.020.
Sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar saham hari ini datang dari faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, investor menantikan keputusan moneter Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur. Sebelumnya, konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 5%.
Dari sisi global, investor akan menaruh perhatian pada data inflasi Inggris untuk bulan Agustus 2025, yang diperkirakan stabil di kisaran 3,8% year-on-year (YoY), level tertinggi sejak Januari 2024. Untuk inflasi inti Agustus, diperkirakan akan turun menjadi 3,6% YoY dari 3,8% YoY pada bulan Juli, meskipun masih menjadi level tertinggi sejak April 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru dengan menembus level 8.000 setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Keputusan ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi tetap rendah, dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
Pada perdagangan hari ini, IHSG melonjak 0,54% secara intraday ke posisi 8.000,7. Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh isu reshuffle kabinet, dengan beberapa saham seperti PTRO, BRPT, dan BBRI menjadi pendorong utama penguatan indeks.
