Bisnis-27 Merosot: AKRA, ANTM, MAPI Jadi Penyelamat?

 

Rancak Media – JAKARTA – Indeks Bisnis-27 mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (16 September 2025). Meskipun demikian, sejumlah saham seperti AKRA, ANTM, dan MAPI berhasil mencatatkan kinerja positif dan menahan laju penurunan indeks agar tidak semakin dalam.

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa indeks hasil kerja sama Bursa dengan Harian Bisnis Indonesia ini ditutup melemah ke level 523,63, terkoreksi sebesar 0,10%. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak fluktuatif antara level 528,05 dan 519,36. Tercatat, 13 saham mengalami penguatan, 13 saham melemah, dan 1 saham stagnan.

Saham-Saham yang Menguat

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) memimpin penguatan harga saham, naik 3,33% ke Rp1.240 per lembar. Diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 3,15% ke Rp3.600, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik 2,50% ke Rp1.230.

Selain itu, saham-saham sektor konsumen juga menunjukkan performa yang baik. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 1,97%, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) naik 1,85%, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menguat 0,81%.

Saham-Saham yang Melemah

Sebaliknya, sebagian besar saham perbankan justru mengalami pelemahan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) terkoreksi 1,49% ke Rp2.640, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,25%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 1,10%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terkoreksi 0,91% ke Rp4.370 per lembar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,24% ke Rp4.130.

Selain sektor perbankan, beberapa saham lain juga mencatatkan penurunan, termasuk PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) yang terkoreksi 1,31%, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) turun 1,18%, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 0,94%, dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 0,85%.

Saham yang Stagnan

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menjadi satu-satunya saham yang stagnan pada perdagangan hari ini, bertahan di level Rp2.380 per lembar. Meskipun sempat diperdagangkan antara Rp2.400 dan Rp2.360 per lembar, PTBA akhirnya menutup hari tanpa perubahan harga.

Sentimen Pasar

Sebelumnya, tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh kemajuan dalam perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China di Spanyol.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa para negosiator telah mencapai kerangka kerja selama pembicaraan di Madrid. Presiden AS, Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, dijadwalkan untuk melakukan perundingan lebih lanjut pada hari Jumat untuk merampungkan kesepakatan.

Selain itu, pasar juga menantikan kebijakan bank sentral AS, menjelang pertemuan kebijakan The Fed pada tanggal 16-17 September. Pasar secara luas memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed.

Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bervariasi. Pasar merespons positif kebijakan stimulus ekonomi yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Pemerintah mengalokasikan stimulus ekonomi tahun 2025 sebesar Rp16,23 triliun untuk mendukung 8 program akselerasi, 4 program yang berlanjut hingga 2026, dan 5 program yang bertujuan untuk menyerap tenaga kerja.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Indeks Bisnis-27 melemah 0,10% ke 523,63 pada perdagangan Selasa (16 September 2025). Meskipun demikian, saham-saham seperti AKRA, ANTM, dan MAPI berhasil menguat signifikan, membantu menahan laju penurunan indeks. AKRA memimpin penguatan 3,33%, diikuti oleh ANTM dan MAPI, sementara sebagian besar saham perbankan seperti BRIS dan BBCA justru terkoreksi. Tercatat, 13 saham menguat, 13 melemah, dan PTBA stagnan.

Sentimen pasar global hari itu dipengaruhi oleh kemajuan perundingan perdagangan AS-China serta antisipasi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Di dalam negeri, pasar merespons positif alokasi stimulus ekonomi pemerintah senilai Rp16,23 triliun. Stimulus ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik dan penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.