Tepis Dugaan Pembobolan Rekening Dana Nasabah, Saham BBCA Masih Bertenaga

 

Rancak Media – , JAKARTA — Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tetap menunjukkan performa positif meski tengah diterpa dugaan pembobolan rekening dana investasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA menguat 0,96% menuju level Rp7.925 per saham hingga penutupan perdagangan Jumat (12/9/2025). Namun demikian, harga saham BBCA saat ini mencerminkan penurunan 18,09% secara year to date.

Pada perdagangan hari ini, total saham BBCA yang diperdagangkan mencapai 156,08 juta dengan nilai turnover tembus Rp1,24 triliun. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap perseroan bertengger di angka Rp976,95 triliun.

Dalam perkembangan lain, emiten bank swasta terbesar ini telah membantah kabar adanya pembobolan rekening dana investasi senilai Rp70 miliar.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Dia juga memastikan tidak ada kerugian finansial yang dialami oleh nasabah perseroan.

“Dapat kami pastikan bahwa sistem di BCA aman dan tidak ada kerugian finansial yang dialami nasabah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/8/2025).

: PEGE Beberkan Insiden Pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) Panca Global Sekuritas

Menurutnya, BCA selalu melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis. Mitigasi risiko yang diperlukan juga dijalankan guna menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.

Perseroan saat ini tengah mendukung perusahaan sekuritas untuk melakukan proses investigasi mendalam terkait isu yang beredar. Hera menegaskan bahwa BCA akan bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk otoritas berwenang.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa rekening dana nasabah (RDN) BCA di salah satu perusahaan sekuritas dibobol dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp70 miliar.

Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menuturkan bahwa manajemen bersama perusahaan sekuritas terkait tengah mendalami kejadian tersebut dan memastikan sistem BCA aman.

“BCA sedang melakukan investigasi mendalam terhadap kejadian ini, bersama perusahaan sekuritas terkait,” kata Ketut dalam keterbukaan informasi.

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.