IHSG Merah Usai Menkeu Baru? Airlangga Beri Penjelasan!

 

Rancak Media – , JAKARTA — Menanggapi gejolak di pasar keuangan pasca-pelantikan Menteri Keuangan baru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi hanyalah fenomena sementara. Pernyataan ini disampaikan Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/9/2025).

Airlangga dengan tegas menepis anggapan bahwa pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan memicu keraguan di kalangan pelaku pasar. Ia menekankan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, dan setiap anggota kabinet bekerja demi kepentingan nasional. “Jadi tidak ada kekhawatiran,” ujarnya, meyakinkan investor.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/9/2025) memang menunjukkan IHSG anjlok signifikan, yakni sebesar 1,78% atau berakhir di level 7.628,61. Pergerakan indeks saham dibuka pada 7.748,51, sempat menyentuh level tertinggi 7.791,33, namun kemudian tergelincir ke level terendah 7.619,72 sebelum penutupan.

Sesi perdagangan hari itu mencatat total nilai transaksi yang mencapai Rp24,81 triliun, dengan volume transaksi sebesar 38,57 miliar lembar saham dan frekuensi 2,35 juta kali. Kapitalisasi pasar modal Indonesia sendiri tercatat sebesar Rp13.755 triliun. Secara rinci, 489 saham terpantau melemah, sementara 232 saham menguat, dan 235 saham lainnya bergerak stagnan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 1,05% atau setara 172 poin terhadap dolar AS, menutup perdagangan pada level Rp16.481,50. Sejalan dengan itu, indeks dolar AS menunjukkan penguatan tipis 0,03% ke posisi 97,48.

Menanggapi dinamika ini, Airlangga menilai bahwa pelemahan pasar keuangan saat ini lebih dominan dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek. Pemerintah tetap optimistis dan yakin bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang kuat akan menjadi penopang utama dalam memulihkan kepercayaan para investor.

Meskipun normalisasi pasar tidak dapat diprediksi secara pasti, pemerintah, menurut Airlangga, akan terus memantau dan mencermati setiap perkembangan dinamika yang terjadi. “Tetapi kita juga harus jaga bahwa fundamental Indonesia kan kuat. Jadi tentu kita lihat lagi nanti ke depannya,” pungkasnya, menandaskan komitmen pemerintah.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelemahan rupiah dan penurunan IHSG pasca-pelantikan Menteri Keuangan baru hanyalah fenomena sementara. Ia menepis anggapan pergantian pucuk pimpinan Kemenkeu memicu keraguan pasar, menekankan bahwa perombakan kabinet adalah hak prerogatif Presiden dan tidak ada kekhawatiran.

Pada Kamis (9/9/2025), IHSG memang anjlok 1,78% ke level 7.628,61 dan nilai tukar rupiah terdepresiasi 1,05% menjadi Rp16.481,50 terhadap dolar AS. Airlangga menilai pelemahan ini lebih dominan dipengaruhi sentimen jangka pendek, dan pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia yang kuat akan menjadi penopang utama dalam memulihkan kepercayaan investor.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.