Advertisement

Pengertian Transaksi Menurut Para Ahli Paling Lengkap

Rancakmedia.com – Berikut ini penjelasan tentang pengertian transaksi menurut para ahli, serta jenis-jenisnya yang harus kamu ketahui, agar kamu mendapatkan informasinya simak artikel dibawah ini.

Tindakan bertransaksi adalah salah satu yang sudah mendarah daging dalam masyarakat secara keseluruhan. kamu mungkin menemukan berbagai bentuk transaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti ketika kamu berbelanja di pasar atau pasar kecil. Transaksi juga terjadi dalam kegiatan bisnis, baik perusahaan berskala besar maupun usaha sampingan, karena ada perubahan kekayaan yang dikuasai oleh seseorang.

Transaksi tidak dapat digunakan untuk menggambarkan semua kegiatan bisnis karena harus diukur terlebih dahulu dengan menggunakan ukuran-ukuran yang signifikan.

Dalam beberapa jenis perusahaan prospektif, ada kegiatan komersial yang tidak dapat dikuantifikasi secara luas, oleh karena itu tidak dapat diberi label transaksi.

Apa Pengertian dari Transaksi?

Definisi transaksi secara umum adalah kegiatan yang dilakukan oleh organisasi atau orang yang mampu menghasilkan perubahan pada aset atau keuangannya.

Beberapa analis menyatakan bahwa definisi transaksi adalah aktivitas perusahaan yang mampu menghasilkan perubahan pada aset atau keadaan keuangan perusahaan.

Apa Pengertian dari Transaksi Menurut Para Ahli

Beberapa contoh kegiatan transaksi antara lain menjual, membeli, membayar gaji, dan membayar berbagai macam produk lainnya. Setiap jenis kegiatan transaksi dalam perusahaan atau organisasi selalu dilakukan dalam administrasi transaksi.

Praktik pendokumentasian perubahan keuangan yang dilakukan secara cermat dengan cara-cara tertentu dikenal dengan istilah “administrasi transaksi”.

Setiap kegiatan transaksi selalu dilakukan dengan administrasi transaksi. Dalam konteks ini, istilah “administrasi transaksi” mengacu pada proses penelusuran transaksi keuangan yang dilakukan secara cermat.

Pendapat Para Ahli Tentang Pengertian Transaksi

Definisi transaksi tidak hanya dinyatakan secara umum, tetapi ada juga berbagai pakar yang mengungkapkan sudut pandang mereka tentang definisi transaksi. Ini adalah kredensial mereka:

Mursyidi

Transaksi, menurut Mursyidi, tidak hanya mencakup tindakan membeli dan menjual atau mendapatkan dan membayar uang, tetapi juga pengaruh yang ditimbulkannya terhadap hal-hal seperti kerugian, aliran, kebakaran, dan kejadian-kejadian lain yang mungkin dapat dikuantifikasi dalam bentuk uang.

Sunarto Zulkifli

Sunarto Zulkifli mengatakan bahwa konsep transaksi adalah kegiatan keuangan atau ekonomi yang melibatkan setidaknya dua individu yang akan melakukan pertukaran, meminjam dan meminjamkan secara sengaja, membenamkan diri dalam kemitraan bisnis, dll.

Pendapat Para Ahli Tentang Pengertian Transaksi

Indra Bastian

Menurut Indra Bastian, transaksi adalah pertemuan antara pembeli dan penjual yang menguntungkan kedua belah pihak dan didukung oleh bukti, data, atau surat-surat pendukung yang dicatat dalam sebuah jurnal.

Slamet Wiyono

Menurut Slamet Wiyono, pengertian transaksi adalah suatu peristiwa keuangan atau ekonomi yang melibatkan paling sedikit dua pihak dimana keduanya akan melakukan kegiatan tukar-menukar, pinjam-meminjam, melakukan suatu kemitraan usaha, dan kegiatan lainnya berdasarkan kehendak masing-masing atau peraturan yang berlaku.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dikutip dari situs resmi KBBI, transaksi adalah proses atau kesepakatan jual beli antara dua pihak. Kegiatan penyelesaian atau pembayaran dari satu pihak ke pihak lain juga dapat dianggap sebagai transaksi.

Sistem Transaksi

Pengertian sistem transaksi adalah sistem pendokumentasian transaksi yang dilakukan secara periodik yang dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis yang berbeda.

Ada dua sistem transaksi yang muncul di masyarakat, yaitu tunai dan non-tunai. Metode transaksi non-tunai semakin berkembang karena adanya digitalisasi dalam industri keuangan di seluruh dunia.

Sementara sistem transaksi uang kertas fiat telah memantapkan dirinya selama beberapa dekade terakhir, perubahan dalam dunia non-tunai terus meningkatkan daya tariknya karena meningkatnya penggunaan internet dan perangkat smartphone.

Pemerintah juga memainkan peran penting dalam mendorong metode pembayaran non-tunai ini, yang dikatakan dapat memerangi kegiatan yang melanggar hukum di pasar gelap.

Negatif terbesar dari uang tunai adalah tersedianya metode yang tidak dapat dilacak untuk memicu dan memasok sarana untuk kegiatan yang melanggar hukum.

Jejak kertas yang ditinggalkan oleh pembayaran uang elektronik akan membuatnya lebih mudah untuk mendeteksi transaksi ilegal ketika tidak ada uang kertas yang terlibat.

Sistem Transaksi Keuangan Menurut Para Ahli

Saat ini, semakin banyak orang yang menggunakan uang elektronik untuk melakukan transaksi, sehingga mata uang fisik semakin sedikit.

Kartu kredit dan debit menjadi lebih populer karena membebaskan orang dari kebutuhan untuk membawa uang tunai. Di sisi lain, kartu bukan lagi uang masa depan bagi mereka yang ingin menjadi cashless.

Pertumbuhan perangkat seluler yang dapat dihubungkan ke internet telah memunculkan berbagai jenis pembayaran baru. Pembayaran elektronik seperti PayPal, GoPay, GrabPay, OVO, dan Dana terus berubah menjadi metode pembayaran yang dapat diandalkan.

Selain itu, masuknya Apple Pay dan Google Pay juga semakin meningkatkan daya tarik komunitas karena mempermudah orang untuk melakukan pembayaran langsung dari perangkat mereka.

Pelaku Transaksi

Dibawah ini adalah para pelaku transaksi, diantaranya:

Pemberi Dana

Pemberi dana adalah orang yang menyumbangkan sejumlah uang untuk pembelian produk atau layanan. Pemberi dana akan memberikan uang mereka tergantung pada perjanjian transaksi.

Penerima Dana

Orang-orang yang mendapatkan uang sebagai hasil dari kegiatan yang melibatkan pembelian dan transaksi suatu produk atau jasa dikenal sebagai penerima dana.

Penerima uang akan mendapatkan uang tergantung pada metode, jumlah, dan waktu pembayaran yang telah disepakati sebelumnya.

Penerima dana adalah mereka yang mendapatkan uang atas transaksi jual beli yang dilakukan atas suatu produk berupa komoditas atau jasa.

Jenis-Jenis Transaksi Ekonomi

Jenis-Jenis Transaksi Ekonomi

Secara umum, kegiatan transaksi yang terjadi dikategorikan menjadi empat, yaitu:

Transaksi Internal

Keadaan ekonomi suatu perusahaan dapat diubah oleh beberapa macam transaksi yang dilakukan di dalam divisinya. Beberapa contohnya antara lain pesan dari atasan kepada mereka yang diberi instruksi; perubahan nilai keuangan karena penyusutan; dan konsumsi peralatan kantor oleh beberapa divisi.

Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal adalah bentuk transaksi yang mengikutsertakan mitra di luar perusahaan dan akan mengakibatkan perubahan status keuangan perusahaan.

Contohnya antara lain kegiatan transaksi penjualan dengan pihak lain, transaksi pembelian dengan pihak lain, dan transaksi pembayaran utang piutang.

Bukti atau Alat Transaksi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, semua transaksi harus didokumentasikan sehingga tercipta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bukti atau alat transaksi diklasifikasikan ke dalam berbagai bentuk, seperti:

Bukti Transaksi Internal

Karena transaksi internal hanya melibatkan individu di dalam perusahaan, maka alat yang digunakan sebagai bukti transaksi biasanya berupa memo. Memo ini bisa disampaikan oleh atasan kepada pekerja atau sebaliknya.

Bukti Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal berbeda dengan transaksi internal, transaksi eksternal memiliki sarana yang jauh lebih kuat untuk membuktikan transaksi yang terjadi.

Transaksi eksternal memiliki jumlah pihak yang lebih banyak karena hal ini. Beberapa indikasi transaksi eksternal adalah:

Nota Debit

Nota debit berfungsi sebagai bukti bahwa barang yang dibeli telah dikembalikan. Pelanggan untuk bisnis dan pelanggan untuk perusahaan memiliki kemampuan untuk membuat nota debit.

Faktur

Dalam sebuah perusahaan, biasanya terdapat transaksi kredit dengan bukti transaksi invoice. Biasanya, faktur dikeluarkan oleh perusahaan sebagai konfirmasi pembelian suatu barang secara kredit.

Cek

Merupakan perintah kepada bank untuk mengirimkan uang kepada pemegang cek yang berfungsi sebagai dokumentasi suatu transaksi.

Bukti Transaksi Eksternal

Di mana cek ini dipegang oleh klien yang mendepositokan uangnya di bank, Cek terdiri dari dua bagian, bagian pertama adalah jumlah yang harus dibayarkan sebagai bentuk pembayaran kepada bank, dan lembar kedua berfungsi sebagai dokumentasi transaksi.

Kwitansi

Setelah menerima uang dari satu pihak ke pihak lain, kuitansi berfungsi sebagai bukti transaksi. Kwitansi ini dapat dibuat oleh pengirim uang, penerima uang, atau keduanya.

Kuitansi memiliki dua halaman, halaman pertama berfungsi sebagai bukti uang yang dibayarkan, dan halaman kedua berfungsi sebagai dokumentasi uang yang dibawa masuk.

Bilyet Giro

Ketika bank menerima bilyet giro, bank diinstruksikan untuk mentransfer dana dari satu rekening ke rekening lainnya, dan instruksi tersebut tercetak pada bilyet giro.

Rekening Koran

Rekening koran adalah ringkasan transaksi keuangan yang telah dilakukan oleh pemegang rekening yang terjadi selama periode waktu tertentu.

Bukti Memorandum

Pada kebanyakan bisnis, pemilik atau pimpinan perusahaan akan membuat nota yang merinci rincian keuangan dari berbagai transaksi, seperti pembayaran gaji karyawan atau akuisisi real estat perusahaan.

Bukti Kas Masuk dan Keluar

Membuktikan penerimaan sejumlah uang dalam bentuk dokumentasi tertentu adalah apa yang tersirat dalam istilah “bukti kas masuk”. Sebaliknya, bukti kas keluar adalah dokumentasi yang menunjukkan bahwa kamu telah membelanjakan uang yang kamu terima dari perusahaan.

Bukti Setoran Bank

Dokumen resmi bank yang dikenal sebagai “bukti setoran” biasanya diberikan kepada pelanggan yang menyetor uang ke rekening mereka.

FAQ

Dibawah ini contoh tanya jawab tentang pengertian transaksi menurut para ahli, yaitu:

Apa saja bukti transaksi tunai?

Penjual mengeluarkan nota kontan termasuk bukti untuk transaksi yang membayar dengan uang tunai. Merupakan praktik umum bagi perusahaan untuk membuat duplikat nota kontan, yang kemudian dikirimkan kepada pelanggan dan disimpan oleh perusahaan itu sendiri.

Berapa lama Bukti transaksi disimpan?

Berdasarkan UU No. 8 tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, catatan keuangan, bukti-bukti akuntansi, dan data pendukung administrasi keuangan harus disimpan selama 10 tahun terhitung sejak akhir tahun buku perusahaan.

Kesimpulan

Transaksi secara umum adalah kegiatan yang dilakukan oleh organisasi atau orang yang mampu menghasilkan perubahan pada aset atau keuangannya.Transaksi terjadi dalam kegiatan bisnis, baik perusahaan berskala besar maupun bisnis sampingan.

Demikian artikel tentang pengertian akuntansi menurut para ahli, semoga artikel di atas dapat berguna dan bermanfaat untuk kamu semua.

Back to top button