Advertisement

Apa Itu Utang Jangka Panjang Definisi Serta Jenisnya

Rancakmedia.com – Apa sebenarnya utang jangka panjang itu? Mungkin hanya sedikit dari kamu yang mengetahuinya, untuk itu pada artikel kali ini kami akan memberikan informasinya secara lengkap.

Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan finansial perusahaan, pembiayaan utang, baik jangka panjang maupun jangka pendek, merupakan sumber modal yang sangat penting.

Untuk membangun perusahaan, perusahaan biasanya memerlukan modal dalam jumlah besar. Modal ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti dana pribadi, investor, atau utang jangka panjang dan jangka pendek.

Untuk menjaga agar roda operasi tetap berputar dan perusahaan tetap berkembang, hampir semua perusahaan bergantung pada utang jangka panjang dan jangka pendek.

Definisi Utang Jangka Panjang

Ada komitmen yang dikenal sebagai kewajiban jangka panjang yang harus dibayar atau dikembalikan selama interval yang diperpanjang. Interval ini dapat diperpanjang hingga seluruh periode akuntansi (satu tahun).

Lebih spesifik lagi, utang jangka panjang adalah kewajiban atau pengeluaran di masa depan yang harus dibayar sebagai konsekuensi pembayaran yang telah tertunda selama lebih dari satu tahun atau siklus bisnis perusahaan.

Pembayaran atau pelunasan utang jangka panjang dilakukan dengan memanfaatkan kas yang diperoleh dari aktiva tidak lancar. Oleh karena itu, utang jangka panjang juga dikenal dengan istilah utang tidak lancar.

Aktiva tidak lancar perusahaan adalah aktiva yang mungkin digunakan lebih dari satu tahun, memiliki nilai waktu ekonomis yang panjang, atau bersifat permanen.

Definisi Utang Jangka Panjang

Aktiva perusahaan yang termasuk aktiva tidak lancar antara lain adalah investasi jangka panjang; pabrik, bangunan, peralatan produksi, dan aktiva tidak berwujud seperti merek dagang, hak paten, hak cipta, waralaba, dan lain-lain.

Posisi modal perusahaan sering kali ditopang oleh penggunaan utang jangka panjang. Selain itu, utang jangka panjang digunakan untuk memperluas kuantitas aset yang dimiliki perusahaan, seperti real estate, mesin, dan investasi.

Oleh karena itu, utang jangka panjang menunjukkan keseluruhan rasio utang terhadap ekuitas, yang merupakan metrik untuk menganalisis kapasitas perusahaan untuk memenuhi semua komitmennya.

Rasio ini membandingkan keseluruhan utang, termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang, dengan total modal perusahaan. Utang jangka panjang merupakan cerminan dari modal dan rasio aset, yang merupakan ukuran proporsi total aset yang didukung oleh utang.

Dalam transaksinya, utang jangka panjang sering kali disertai dengan jaminan berupa harta tidak bergerak. Bangunan, gudang, industri, rumah, dan tanah adalah contoh harta tidak bergerak.

Tentu saja, penyerahannya bukan dalam bentuk barang yang sebenarnya, tetapi dalam bentuk sertifikat yang menegaskan hak kepemilikan atas properti tersebut. Meskipun disertai dengan jaminan, perusahaan yang berhutang tetap dapat menggunakan barang tersebut. Misalnya, perusahaan memiliki utang jangka panjang dengan sertifikat gudang sebagai jaminan.

Meskipun hak milik atas properti tersebut diserahkan kepada pihak yang memberikan utang jangka panjang, perusahaan yang berutang masih dapat menggunakan gudangnya untuk mengoperasikan kegiatan komersialnya.

Seperti namanya, utang jangka panjang memiliki durasi pengembalian yang agak lama, biasanya 5 hingga 20 tahun. Intinya, waktu pembayarannya lebih dari satu tahun.

Untuk utang jangka panjang, jangka waktu pembayaran ditentukan oleh kesepakatan para pihak serta kapasitas utang untuk melakukan pembayaran.

Perbedaan Utang Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Jadi, apa perbedaan antara utang jangka panjang dan jangka pendek? Utang jangka panjang dapat dilunasi dalam jangka waktu yang lama, tetapi utang jangka pendek dapat dilunasi dengan cepat. Secara umum, inilah perbedaan di antara keduanya.

Namun, secara lebih mendalam, utang jangka pendek adalah instrumen utang yang dapat dilunasi dalam waktu 12 bulan atau kurang. Jika kamu meminta pinjaman yang akan dilunasi selama bertahun-tahun, maka bagian yang akan dibayar dalam waktu 12 bulan disebut utang jangka pendek.

Sama seperti utang jangka panjang, perusahaan pada umumnya juga tidak terlepas dari utang jangka pendek untuk dapat menjalankan aktivitas perusahaannya. Jadi, baik utang jangka panjang maupun jangka pendek memiliki keuntungan dan tugas vital bagi perusahaan.

Perbedaan Utang Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Jenis-Jenis Utang Jangka Panjang

Transaksi utang dianggap sebagai utang jangka panjang jika sesuai dengan karakteristik berikut:

  1. Peminjam diperbolehkan menyimpan sejumlah modal di tangan.
  2. Debitur menyajikan aset tetap sebagai jaminan kepada debitur.
  3. Debitur tidak berwenang menjual piutang untuk memperoleh kas.

Berdasarkan persyaratan tersebut, setidaknya ada dua bentuk utang jangka panjang yang memenuhinya, yaitu:

Utang Hipotek

Jika kamu memiliki utang hipotek, kamu harus menyediakan jaminan dalam bentuk aset tetap, yang harus disepakati secara tertulis dan diaktakan dalam akta yang menentukan jumlah yang dipinjam, tingkat bunga, periode pembayaran kembali, jumlah angsuran, dan jaminan.

Karena tersedianya jaminan dalam utang jangka panjang ini, debitur berhak menyita dan menjual barang yang dijaminkan jika debitur tidak mampu melunasi utangnya sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Dari hasil keuntungan penjualan barang jaminan tersebut, kreditur berhak menagih uang untuk memenuhi kekurangan utang dan bunganya. Utang hipotek terutama diberikan oleh entitas keuangan.

Utang Obligasi

Obligasi secara sederhana dapat dianggap sebagai instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan sektor swasta dengan tingkat bunga yang ditetapkan yang dapat dipertukarkan.

Untuk tujuan mengumpulkan uang dari masyarakat umum, perusahaan menerbitkan obligasi, yang merupakan instrumen utang jangka panjang dengan tingkat bunga tertentu dan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

Utang obligasi muncul karena adanya penerbitan obligasi yang dapat mendatangkan sejumlah modal yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Obligasi biasanya terdiri dari nominal utang, tanggal pengembalian, bunga per tahun, dan ketentuan lainnya sesuai dengan jenis obligasi yang disepakati oleh peminjam dan pemberi pinjaman.

Keuntungan Utang Jangka Panjang

Keuntungan Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang memiliki keuntungan dan kerugian seperti jenis utang lainnya. Untuk memulainya, kamu harus mengetahui keuntungannya.

Dapat Menggunakan Aset

Ketika memilih utang hipotek, perusahaan masih dapat memanfaatkan aset untuk kegiatan perusahaan sebagai jaminan. Tentu saja, ini menguntungkan bagi perusahaan yang mencari utang jangka panjang karena memungkinkan mereka untuk menggunakan aset yang dijaminkan secara maksimal.

Bunga yang Lebih Rendah

Secara umum, utang atau pinjaman memiliki suku bunga yang ditetapkan. Ketika suku bunga naik, nilai aset yang dijaminkan ikut naik. Namun, jika suku bunga turun lebih rendah, suku bunga tetap pada nilai yang disepakati antara peminjam dan pemberi pinjaman.

Mengurangi Pajak

Seperti disebutkan sebelumnya, perusahaan yang meminta utang jangka panjang harus membayar bunga pinjaman setiap tahun. Hal ini membuat laba perusahaan berkurang sehingga, memangkas nominal pajak yang harus dibayar perusahaan.

Kekurangan Utang Jangka Panjang

Setelah menelaah manfaat utang jangka panjang, kamu juga perlu mengetahui sisi negatifnya. Ada berbagai kerugian dari utang jangka panjang:

  1. Perusahaan lebih berisiko tidak mampu membayar tagihan.
  2. Bahaya ini meningkat secara proporsional dengan ukuran utang dan lamanya pinjaman.
  3. Utang jangka panjang menambah beban biaya perusahaan setiap tahun, karena perusahaan harus menanggung bunga pinjaman.

Syarat Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang harus memenuhi syarat berikut ini:

Syarat Pada Hutang

  1. Khusus untuk utang jangka panjang, catatan yang harus diakui oleh pemimpin harus mengikuti hukum akuntansi.
  2. Laporan tersebut secara teratur dikaitkan dengan situasi keuangan perusahaan yang telah diaudit.
  3. Perusahaan yang memberikan jaminan harus dapat menjaga semua aset perusahaan agar tetap berfungsi dengan baik.
  4. Pembayaran pajak dan kewajiban lain bagi peminjam harus dilaksanakan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan.

Kriteria Utang Jangka Panjang

Kriteria yang harus dipenuhi dalam utang jangka panjang adalah sebagai berikut:

  1. Data dan laporan harus dijaga dengan manajemen yang sangat baik.
  2. Menjaga kinerja usaha yang termasuk bagian dari perusahaan dalam mengajukan utang.
  3. Wajib untuk membayar kewajiban pajak.

Ketentuan Utang Jangka Panjang

Kentutuan utang jangka panjang harus dipenuhi. Berikut ini adalah kentuan-kentuan utang jangka panjang:

  1. Diasumsikan bahwa penerima utang dapat mempertahankan tingkat modal minimum.
  2. Piutang tidak dapat dijual untuk mendapatkan uang tunai oleh debitur yang berutang kepada perusahaan lain.
  3. Membatasi pinjaman di masa depan dengan melarang pinjaman baru atau menuntut agar setiap utang disubordinasikan ke utang jangka panjang.
  4. Peminjam harus memberikan jaminan dalam bentuk hipotek kepada pemberi pinjaman untuk mengamankan pinjaman.

FAQ

Berikut ini contoh kalimat tanya jawab tentang apa itu utang jangka panjang:

Utang Wesel Jangka Panjang termasuk Hutang Apa?

Wesel jangka panjang adalah bentuk wesel bayar yang memiliki jatuh tempo pembayaran lebih dari satu tahun sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Siapa yang Meminjamkan Utang dalam Jangka Panjang?

Biasanya, pihak-pihak yang meminjamkan utang jangka panjang adalah termasuk investor, bank, dan perusahaan lain. Uang ini dapat digunakan untuk membayar staf, memperoleh peralatan, produksi, pemasaran, pengembangan dan penelitian, operasi, dan membeli peralatan.

Apakah Bunga Utang Jangka Panjang dapat Mengurangi Beban Pajak?

Jika kamu menghutang dengan jangka panjang, maka manfaat yang akan kamu peroleh adalah dapat meminimalkan beban pajak yang kamu miliki, karena bunga utang atau pinjaman merupakan biaya yang harus dibayarkan kepada perusahaan. Akibatnya, pengurangan biaya bunga utang jangka panjang ini akan menurunkan pajak.

Kesimpulan

Utang jangka panjang adalah kewajiban atau pengeluaran di masa depan yang harus dibayar sebagai konsekuensi pembayaran yang telah tertunda selama lebih dari satu tahun.

Pembayaran atau pelunasan utang jangka panjang dilakukan dengan memanfaatkan kas yang diperoleh dari aktiva tidak lancar, yang juga dikenal sebagai utang tidak lancar.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai utang jangka panjang, semoga artikel diaatas dapat membantu dan bermanfaat untuk kamu semua.

Back to top button