Advertisement

Pengertian Kualitas Informasi Akuntansi

Rancakmedia.com – Hii, untuk mengetahui apa itu kualitas informasi akuntansi kamu dapat membacanya pada artikel yang telah kami sediakan dibawah ini agar kamu mendapatkan informasinya secara lengkap.

Setiap perusahaan di Indonesia wajib membuat laporan keuangan secara berkala yang mengacu pada standar akuntansi setempat. Ini juga merupakan sumber informasi resmi, berkat laporan akuntansi ini. Sehingga setiap laporan dapat memberikan informasi berkualitas yang tidak hanya benar tetapi juga benar.

Untuk membuat keputusan bisnis yang baik, kamu memerlukan akses ke informasi keuangan terkini. Jika laporan keuangan perusahaan kamu tidak terlalu bagus, itu bisa merusak reputasinya di mata kreditur dan investor.

Dengan laporan keuangan yang memuat informasi akuntansi yang berkualitas sangat baik, investor akan lebih mudah mempelajari laporan keuangan untuk dapat mengetahui keadaan perusahaan. Kenaikan jumlah uang yang diinvestasikan oleh investor terjadi ketika kesehatan keuangan perusahaan memadai.

Apa itu Kualitas Informasi Akuntansi?

Kualitas informasi akuntansi juga diperlukan untuk menyajikan atau menyebarkan informasi kepada banyak pemangku kepentingan, seperti dijelaskan di atas. Dimana hal ini dapat dianggap sebagai kualitas suatu akun dalam pelaporan.

Pelaporan mana yang harus disampaikan secara sistematis atau berurutan? Dengan tujuan agar investor dan pemangku kepentingan lainnya dapat menikmati sistem informasi yang telah digariskan, Selain itu, informasi akuntansi ini harus diterapkan pada setiap laporan akuntansi perusahaan.

Apa itu Kualitas Informasi Akuntansi

Kajian ini sebenarnya dilakukan oleh perusahaan, yang selanjutnya akan dijadikan standar. Investor dan pihak berkepentingan lainnya harus dapat melihat bahwa orang yang menggunakan sistem informasi bukan hanya programmer komputer.

Akuntansi merupakan seni yang memiliki fungsi vital dalam hal mendokumentasikan dan meringkas. Selain itu, akuntansi ini juga berperan dalam bidang evaluasi dan pelaporan data yang relevan.

Dalam situasi ini, terkait dengan proses transaksi yang umumnya dilakukan di area bisnis atau perusahaan. Jadi sangat penting untuk menampilkan kualitas informasi akuntansi.

Setiap tindakan ekonomi perusahaan dapat dievaluasi menggunakan akuntansi sebagai standar. Dimana hasil dari operasi ekonomi tersebut juga berperan dalam mengirimkan informasi ke berbagai pihak. Pihak ini dapat dinyatakan sebagai investor, kreditur, manajemen, atau regulator.

Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Karakteristik ini sering digunakan sebagai dukungan. Kegunaan informasi yang diberikan akan dipengaruhi oleh bantuan ini. Informasi ini harus disertakan dalam setiap bagian data saat membuat pilihan. Kriteria kualitas informasi akuntansi dibahas secara rinci dalam paragraf berikut:

Relevan

Tujuan dari fitur kualitas informasi akuntansi yang relevan ini adalah bahwa informasi dapat digunakan untuk mempengaruhi kebijakan yang akan digunakan oleh perusahaan untuk meramalkan hasil yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan kejadian masa depan. Karena masukan inilah bisnis mampu merumuskan strategi jangka panjang.

Baca Juga:  Tujuan dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Dapat Dipahami

Sebagai salah satu fitur dari sistem informasi akuntansi, ini berarti bahwa pengguna internal dan eksternal dapat memahami informasi akuntansi yang dikumpulkan.

Perbandingan antara Manfaat dan Biaya

Yang terpenting adalah biaya pembuatan laporan akuntansi harus sama dengan manfaat yang didapat. Penting untuk diingat bahwa laporan akuntansi tidak boleh lebih mahal daripada keuntungan yang mereka berikan.

Ini menyiratkan bahwa biayanya sesedikit mungkin, tetapi keuntungan yang diperoleh mungkin jauh lebih banyak, atau mungkin berkali-kali lipat.

Perbandingan antara Manfaat dan Biaya

Dapat Dipercaya

Informasi akuntansi yang dapat dipercaya bergantung pada 3 faktor, yaitu:

  1. Dapat diuji informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para penguji independent dengan menggunakan metode pengukuran yang sama
  2. Netral informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
  3. Menyajikan yang seharusnya informasi akuntansi dikatakan dapat dipercaya bila informasi itu memang berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi.

Nilai Prediksi

Nilai prediktif dapat ditemukan dalam data yang berkaitan dengan informasi keuangan saat ini atau kinerja sebelumnya. Artinya, dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk meramalkan masa depan.

Feedback (Umpan Balik)

Ada banyak cara berbeda untuk mendapatkan umpan balik: perkiraan, alasan, dan penolakan rencana masa lalu.

Tepat Waktu

Informasi harus diberikan sedini mungkin sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam membuat pilihan perusahaan dan untuk meminimalkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan.

Dapat Dibandingkan atau Konsisten

Tujuan dari komparabilitas laporan keuangan adalah untuk membiarkan orang membaca laporan dan melihat bagaimana mereka membandingkannya dengan laporan perusahaan lain.

  1. Perbedaan antara perusahaan serupa yang menggunakan metode dan prinsip yang sama akan berasal dari
  2. Perbedaan dalam bagaimana kinerja ekonomi mereka, bukan dari perbedaan dalam cara mereka menggunakan prinsip dan proses akuntansi.

Materiality (Cukup Berarti)

Jika laporan keuangan penting bagi pengguna, maka standar akuntansi tidak perlu diikuti. Sehingga tuntutan prinsip akuntansi dapat diabaikan sepanjang tidak menimbulkan kesalahan atau ketidakakuratan laporan yang berdampak pada keputusan atau penilaian pembaca laporan.

Sedangkan Suwardjono (10:1996) mengatakan bahwa laporan keuangan yang berkualitas adalah baik, dan menurutnya sifat-sifat yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Ketelitian (accuracy). Informasi harus bebas dari kesalahan dan bias karena kesalahan dan bias dapat mengurangi nilai informasi.
  2. Bentuk (form). Informasi harus disajikan dalam format yang paling sesuai dengan permintaan pemakainya.
  3. Tempat (place). Informasi memiliki nilai yang tinggi ketika informasi tersimpan mudah untuk didapatkan kembali pada saat dibutuhkan.
  4. Ketepatwaktuan (timeliness). Informasi akan memiliki nilai yang tinggi apabila informasi itu terbarukan alias tidak basi.
  5. Relevansi (relevancy). Informasi akan mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersebut berkaitan dengan tujuan diperolehnya informasi itu.
  6. Reliabilitas (reliability). Informasi akan berkurang nilainya jika orang yang memakai informasi meragukan keterandalan (reliabilitas) informasi itu.
Baca Juga:  Apa Saja Kriteria Kualitas Informasi Akuntansi

Materiality Cukup Berarti

Sedangkan menurut pendapat dari Romney et al, (2006:14), menyatakan bahwa indikasi dari kualitas informasi akuntansi adalah:

  1. Mengurangi ketidakpastian, mendukung keputusan, dan medorong lebih baik dalam hal perencanaan aktivitas kerja.
  2. Pembuatan keputusan oleh manajemen akan menjadi lebih baik apabila semua faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan tersebut dipertimbangkan. Apabila semua faktor sudah dipertimbangkan, maka manajemen mempunyai risiko yang lebih kecil untuk membuat kesalahan dalam pembuatan keputusan.

Tujuan Kualitas Informasi Akuntansi

Mulyadi (2008), halaman 19, mengatakan bahwa sistem informasi akuntansi ini membantu kita memahami kualitas informasi akuntansi dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengurangi biaya klerikal untuk pemeliharaan catatan akuntansi
  2. Menyediakan informasi untuk pengelola kegiatan usaha baru.
  3. Memperbaiki pengendalian akutansi dan mengecekan internal.
  4. Memperbaiki informasi yang dihasilkan dari sistem yang sudah ada seperti mutu, penggajian dan struktur informasi.

Sedangkan menurut Wiklkinson (dalam Jogiyanto (2005:227) bahwa yang dimaksud dengan tujuan utama dari sistem inforamsi akuntansi adalah:

  1. Mendukung operasi sehari-hari
  2. Memenuhi kewajiban sebab suatu pertanggungjawaban
  3. Mendukung pengambilan keputusan manajemen.

Fungsi Kualitas Informasi Akuntasi

Manajemen menerima informasi yang dibutuhkannya. Dengan adanya sistem informasi akuntansi dapat diselesaikan di perusahaan. Jadi, tujuan dari sistem informasi akuntansi adalah untuk membantu manajemen membuat keputusan yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya.

Menurut Romney dan Steinbart, ada tiga peran penting yang dimainkan oleh sistem informasi akuntansi dalam sebuah perusahaan. Ketiga fungsi tersebut adalah:

Fungsi Kualitas Informasi Akuntasi

  1. Ini mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan perusahaan, sumber daya dari perilaku itu, dan orang-orang yang terlibat.
  2. Mengubah data menjadi informasi. Perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan semua dapat dibuat lebih mudah dengan informasi ini.
  3. Memberikan kontrol yang cukup untuk mengelola aset organisasi dan data organisasi sehingga pada saat dibutuhkan merupakan data yang benar dan dapat diandalkan.

Kesimpulan

Kualitas informasi akuntansi juga diperlukan untuk menyajikan atau menyebarkan informasi kepada banyak pemangku kepentingan, seperti dijelaskan di atas. Catatan akuntansi digunakan untuk meramalkan hasil yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Informasi dalam catatan akuntansi dianggap andal jika berasal dari atau didasarkan pada situasi atau peristiwa ekonomi yang dapat diprediksi. Yang terpenting adalah biaya pembuatan laporan akuntansi harus sama dengan manfaatnya.

Back to top button