Advertisement

Apa itu Kebijakan Fiskal dan Moneter Beserta Tujuannya

Rancakmedia.com – Apakah kamu sudah mengetahui tentang apa itu kebijakan fiskal dan moneter? jika kamu belum mengetahuinnya, mari simak infomasinya pada artikel yang telah kami sediakan dibawah ini.

Pertumbuhan atau perkembangan suatu negara dapat diukur dengan melihat kedudukan ekonominya. Sebuah negara yang mampu mencapai tingkat pembangunan ekonomi yang tinggi dan mempertahankan stabilitas ekonominya dapat dicirikan sebagai negara maju. Ini menandakan bahwa negara tersebut sudah berada di ambang kemandirian ekonomi. Kebalikannya juga benar.

Sektor ekonomi tidak dapat diprediksi, karena dipengaruhi oleh penyebab yang berbeda, baik internal maupun eksternal. Efek dari sisi internal cenderung lebih sederhana untuk diramalkan dan dilawan, tetapi tidak dengan pengaruh eksterior.

Elemen eksternal seperti prosedur pasar, permintaan pasar, dan persaingan akan sulit diatur. Oleh karena itu, negara memiliki dua instrumen kebijakan yang dapat digunakan untuk menjamin stabilitas ekonomi, yaitu kebijakan fiskal dan moneter.

Pengertian Kebijakan Moneter

Peran pemerintah dalam kebijakan moneter adalah mengawasi kebijakan, jumlah uang beredar, dan suku bunga. Pelaku kebijakan moneter adalah Bank Sentral atau Bank Indonesia. Bank dan mata uang Indonesia menjadi fokus kebijakan ini.

Ada dua bentuk kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia, yaitu ekspansif dan kontraktif. Saat perekonomian sedang terpuruk, bank sentral Indonesia menerapkan kebijakan moneter ekspansif untuk meningkatkan jumlah uang beredar (penurunan aktivitas perdagangan).

Pengertian Kebijakan Moneter

Adapun kebijakan moneter kontraktif, tujuannya adalah untuk mengurangi uang yang beredar di Indonesia saat mengalami inflasi. Artinya, dua macam kebijakan ini mengatur aliran uang di Indonesia. Instrumen yang digunakan untuk melakukan kebijakan moneter antara lain operasi pasar terbuka, kebijakan rasio kas, kebijakan diskonto, dan kredit selektif.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola atau menggerakkan perekonomian ke arah yang lebih baik atau diinginkan dengan cara memodifikasi pendapatan dan pengeluaran pemerintah.

Secara umum, ada dua bentuk kebijakan fiskal, yaitu kebijakan fiskal ekspansif dan kontraktif.

  1. Perekonomian dan pengangguran cenderung mendapat manfaat dari kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
  2. Kebijakan kontraktif ditujukan untuk menurunkan tingkat inflasi dan mengurangi defisit neraca pembayaran luar negeri. Regulasi pajak, kenaikan gaji pejabat pemerintah, dan kontrol anggaran adalah contoh kebijakan saat ini.

Kebijakan fiskal bertujuan untuk menurunkan tarif pajak bagi orang pribadi. Dengan pajak penghasilan yang lebih rendah, gaji yang diterima akan tumbuh. Akibatnya, daya beli konsumen dapat meningkat.

Namun, kebijakan fiskal akan berbeda jika kegiatan ekonomi telah menghasilkan kenaikan harga yang semakin meningkat. Tarif pajak perlu dinaikkan dan pengeluaran negara harus dikurangi. Hal ini pada gilirannya akan menurunkan inflasi.

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan kebijakan moneter bersifat dinamis, yaitu disesuaikan dengan tuntutan ekonomi suatu negara. Sebagian besar pemerintah juga mengadopsi berbagai item sebagai tujuan kebijakan moneter. Berikut deskripsinya:

  1. Meningkatkan pembangunan ekonomi negara.
  2. Meratakan pendapatan.
  3. Meningkatkan kesempatan kerja.
  4. Menyeimbangkan neraca pembayaran.

Selain itu, pemerintah mengatur kebijakan moneter melalui Dewan Moneter, yang terdiri dari Menteri Keuangan (ketua), Menteri Perdagangan dan Perindustrian, dan Gubernur Bank Indonesia (anggota).

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal berusaha mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi dan ekonomi kesejahteraan. Namun, kebijakan fiskal memiliki sejumlah tujuan tambahan. Berikut penjelasannya:

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan fiskal harus dilaksanakan jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi. Mengurangi pajak adalah salah satu opsi ini. Mengurangi pajak tidak berarti mengurangi pendapatan pemerintah, tetapi mengurangi beban masyarakat. Selain itu, lingkungan perusahaan dan industri juga telah membaik.

Mengurangi Tingkat Pengangguran

Ketika keadaan industri membaik, pengusaha akan langsung merasa nyaman dan tertarik untuk meluncurkan perusahaan. Akibat dari banyaknya perusahaan berkembang adalah semakin terbukanya lapangan kerja. Akibatnya, tingkat pengangguran akan turun.

Meminimalisir Defisit Anggaran Negara

Pembangunan infrastruktur akan dibiayai oleh APBN. Pengeluaran negara, di sisi lain, kadang-kadang mungkin melebihi pendapatannya. Hal ini tentu saja berdampak pada naiknya utang negara. Pemerintah dapat menempuh kebijakan fiskal dengan menaikkan pajak untuk meminimalkan defisit anggaran negara.

Meningkatkan Laju Investasi

Tingkat investasi meningkat ketika keadaan ekonomi stabil di berbagai sektor. Pengusaha dari seluruh negeri sering mencari negara yang ramah terhadap investasi asing ketika mendirikan toko. Kemudian, penerimaan negara dari pajak pengusaha semakin meningkat.

Setelah mempelajari berbagai konsep kebijakan moneter dan fiskal, maka kamu perlu juga mengetahui dan memahami contoh-contohnya. Umumnya, contoh lebih mudah dipahami daripada teori.

Contoh Kasus Kebijakan

Berikut ini adalah kasus dan kebijakan moneter dan fiskal, sebagai berikut:

Contoh Kasus Kebijakan

Contoh Kasus Kebijakan Moneter

Ketika situasi kegiatan ekonomi di suatu negara belum mencapai tujuannya, negara tersebut akan memangkas suku bunga. Dalam pendekatan ini, individu akan mencari pinjaman ke bank. Pinjaman tersebut akan meningkatkan nilai investasi.

Bank Indonesia, di sisi lain, akan kembali menaikkan suku bunga jika berniat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Pengusaha dan masyarakat umum akan lebih termotivasi untuk menabung akibat kenaikan suku bunga belakangan ini. Membatasi jumlah uang yang beredar adalah salah satu pendekatan untuk melakukannya.

Contoh Kebijakan Fiskal

Pemerintah Indonesia menaikkan tarif pajak. Kebijakan ini dilakukan untuk mendongkrak penerimaan negara dan menjaga stabilitas kondisi perekonomian di Indonesia.

Kebijakan moneter dan fiskal yang efektif dapat benar-benar menguntungkan seluruh negara. Kedua langkah ini membantu perekonomian Indonesia tetap stabil sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Daftar Kebijakan Fiskal dan Moneter

Berikut daftar kebijakan fiskal dan moneter, antara lain yaitu:

Macam Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal dapat dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan berapa banyak uang yang masuk dan keluar:

Surplus

Kebijakan anggaran surplus adalah kebijakan dimana pemerintah tidak membelanjakan seluruh pendapatannya untuk pengeluaran sehingga akan membangun tabungan pemerintah. Kebijakan ini dapat membantu memerangi inflasi.

Pengeluaran berlebihan pada pengeluaran pemerintah menyebabkan inflasi, yang menaikkan harga karena ada lebih banyak uang daripada produk. Ini melemahkan permintaan barang dan jasa dalam kebijakan secara keseluruhan. Akibatnya, inflasi dapat diturunkan.

Berimbang

Kebijakan berimbang adalah jenis anggaran yang realisasi pendapatan negara sama dengan jumlah realisasi belanja atau pengeluaran publik. Pengeluaran dan kebijakan pengeluaran pemerintah disesuaikan sebagai akibat dari kebijakan ini.

Akibatnya, baik pengeluaran maupun penerima sama dan seimbang dalam kaitannya dengan pendapatan negara. Kebijakan anggaran berimbang memiliki kelemahan.

Sisi negatif dari deflasi adalah bahwa harga, output, dan investasi semuanya menurun sebagai akibat dari lebih rendahnya penawaran uang secara ekonomi terhadap permintaan. Karena penurunan pengeluaran, kegiatan ekonomi juga terhambat dan demikian juga pembangunan ekonomi.

Defisit

Kebijakan anggaran surplus adalah kebalikan dari kebijakan anggaran defisit. Kebijakan ini didasarkan pada biaya yang lebih besar dari pendapatan. Ketika pengeluaran melebihi pendapatan, pinjaman sering kali diperlukan untuk membayar selisihnya. Ini mungkin pinjaman dari dalam negeri atau dari luar.

Kebijakan Anggaran Defisit

Kebijakan menjalankan defisit anggaran adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi. Defisit anggaran dapat dihitung dengan empat cara berbeda. Itu bisa dihitung dengan:

  1. Defisit primer adalah selisih antara pengeluaran tidak termasuk pembayaran pokok dan bunga utang dan total pendapatan.
  2. Defisit yang diukur secara konvensional, yaitu selisih antara total pengeluaran dan total penerimaan, termasuk hibah, sebagai dasar penghitungan defisit.
  3. Defisit operasional, adalah perhitungan defisit anggaran yang dinilai dalam nilai sebenarnya dan bukan dalam nilai nominal.
  4. Defisit moneter, pada dasarnya perbedaan antara total pengeluaran pemerintah tidak termasuk pembayaran pokok atau hutang dengan total pendapatan tidak termasuk penerimaan hutang.

Macam Kebijakan Moneter

Menambah dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat merupakan salah satu cara dari kebijakan moneter. Untuk sebagian besar, kebijakan moneter dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar:

  1. Kebijakan moneter yang dapat digunakan ketika inflasi sangat tinggi: Kebijakan Moneter Kontraktif (-). Mengurangi jumlah uang yang beredar adalah salah satu cara untuk menerapkan kebijakan ini.
  2. Kebijakan Moneter Ekspansif (+), yaitu kebijakan moneter yang dapat dilakukan pada saat pengangguran tinggi dan perekonomian sedang lesu. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang fiskal dan moneter, sebagai berikut:

Kapan Kebijakan Fiskal Dilakukan?

Kebijakan fiskal jenis ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami penurunan daya beli masyarakat, dan tingkat pengangguran yang tinggi. Dan bertujuannya ialah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Kesimpulan

Sektor ekonomi tidak dapat diprediksi, karena dipengaruhi oleh penyebab yang berbeda, baik internal maupun eksternal. Oleh karena itu, negara memiliki dua instrumen kebijakan yang dapat digunakan untuk menjamin stabilitas ekonomi.

Kebijakan fiskal bertujuan untuk mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter berusaha untuk menyeimbangkan neraca pembayaran dan menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali. Pemerintah mengatur keduanya melalui Dewan Moneter.

Demikian artikel tentang apa itu kebijakan fiskal dan moneter, semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan membantu untuk kamu semua.

Back to top button