Advertisement

Pengertian Konsep Dasar Akuntansi

Rancakmedia.com – Bagi kamu yang belum mengetahui tentang pengertian dari konsep dasar akuntansi, kamu dapat menyimak informasinya pada artikel yang telah kami sediakan dibawah ini.

Operasi bisnis tidak dapat dilepaskan dari adanya konsep dasar akuntansi sebagai landasannya dalam proses pencatatan, peringkasan, pengkategorian, pengolahan, dan penyajian data transaksi. Tentu saja, persamaan akuntansi dasar yang akurat juga tercermin dalam konsep ini. Yakni, adanya aset, kewajiban, dan modal.

Saat kamu menyimpan catatan, sangat penting bagi kamu untuk mengetahui seluruh spesifikasi posisi debit dan kredit sehingga persamaan akuntansi dasar dapat seimbang. agar dapat dianggap sebagai laporan keuangan yang menyeluruh. Namun sebelum itu, diperlukan konsep dasar akuntansi yang dikembangkan.

Kesalahan akuntansi dapat berdampak besar pada keuangan perusahaan dan menyebabkan keputusan bisnis yang buruk jika orang tidak memahami dasar-dasar akuntansi.

Apa itu Konsep Dasar Akuntansi?

Pada dasarnya, konsep akuntansi adalah seperangkat aturan dasar, asumsi, dan situasi yang dapat digunakan di sebagian besar situasi. Membentuk dasar untuk membuat laporan keuangan dalam format universal dan harus diikuti oleh setiap organisasi dengan cara yang sama.

Apa itu Konsep Dasar Akuntansi

Berdasarkan uraian tersebut, beberapa tujuan konsep dasar akuntansi dan penerapannya dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut:

  1. Memastikan bahwa laporan keuangan disusun secara konsisten dan seragam;
  2. menjadi pedoman standar bagi semua akuntan untuk digunakan dalam menyusun dan menyimpan data transaksi dan informasi keuangan penting lainnya; dan
  3. menjadi pedoman prinsip atau asumsi dasar yang harus diikuti oleh seluruh badan usaha agar dapat memberikan informasi keuangan yang lengkap dan dapat diperbandingkan.

Daftar Konsep Dasar Akuntansi

Konsep dasar akuntansi mungkin sangat bervariasi berdasarkan pada struktur hukum yang berlaku. Konsep dasar akuntansi itu sendiri berkaitan dengan kerangka kerja milik GAAP.

FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) adalah kerangka kerja yang menetapkan aturan, metode, prinsip, dan praktik terbaik untuk akuntansi keuangan dan pelaporan transaksi perusahaan yang dievaluasi langsung oleh FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan).

Konsistensi, transparansi, objektivitas, materialitas, dan pengungkapan yang lengkap adalah semua aspek kerangka GAAP yang dibahas dalam konsep dasar akuntansi. Berikut ini adalah konsep dasar akuntansi dalam laporan keuangan menurut GAAP.

Konsep akrual dalam pelaporan keuangan mengatakan bahwa setiap akun dalam laporan posisi keuangan harus dicatat dan diakui pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat kas masuk atau keluar dari organisasi.

Pernyataan situasi keuangan organisasi seharusnya menunjukkan nilai bisnis yang sebenarnya.

Konsep Akrual

Konsep akrual dalam pelaporan keuangan berpendapat bahwa setiap akun dalam laporan posisi keuangan harus dilaporkan dan diakui pada saat transaksi terjadi dan bukan pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh organisasi. Laporan situasi keuangan organisasi harus secara akurat menunjukkan berapa nilai aset perusahaan yang sebenarnya.

Konsep Konservatisme

Konsep konservatisme merupakan konsep dasar akuntansi yang menegaskan bahwa setiap perusahaan atau organisasi harus mencatat kewajiban dan biaya atas pengeluaran yang akan dikeluarkan sesegera mungkin.

Di sisi lain, konservatisme tidak memperhitungkan bagaimana bisnis dapat menghasilkan uang atau bagaimana pendapatan dapat diperoleh di masa depan.

Namun penerapan konsep konservatisme berimplikasi pada rendahnya pencatatan laba atau bahkan kerugian dalam laporan keuangan yang menimbulkan disparitas antara laporan keuangan dengan keadaan keuangan entitas yang seharusnya.

Konsep Dasar Konservatisme

Konsep Konsistensi

Konsistensi dalam penyusunan konsep keuangan adalah menggunakan aturan dan prosedur akuntansi yang sama untuk setiap transaksi keuangan. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman pengguna dan membuat laporan keuangan lebih mudah dibaca.

Konsep Biaya

Aturan akuntansi dasar ini mengatakan bahwa semua biaya pembelian aset, kewajiban, atau ekuitas harus dicatat seolah-olah kamu dibayar pada saat transaksi.

Ini juga menjelaskan mengapa harga pasar dan tingkat inflasi tidak dapat digunakan untuk mengubah nilai biaya. Konsep ini Akibatnya, penerapan konsep biaya ini menyebabkan nilai aset dalam neraca keuangan menjadi tidak relevan dalam jangka panjang.

Konsep Entitas Ekonomi

Konsep ini mengatakan bahwa setiap organisasi adalah entitas yang berbeda dari pemilik organisasi. Oleh karena itu, pemilik organisasi perlu memisahkan antara aset dan kewajiban milik pribadi mereka, yang tidak boleh digabungkan dengan aset dan kewajiban organisasi.

Laporan keuangan organisasi mungkin menyesatkan jika tidak ada perbedaan yang jelas antara aset dan kewajiban pribadi dan organisasi.

Konsep Pengungkapan Penuh (Full-Disclosure)

Konsep dasar akuntansi dalam laporan keuangan berikut ini adalah konsep transparansi lengkap. Poin utama dari ide ini adalah bahwa laporan keuangan organisasi harus mencakup semua informasi penting tentang keuangannya.

Ini mencoba untuk menjamin bahwa setiap orang yang berkepentingan dengan organisasi dapat mempelajari dan menilai fakta keuangan dan memilih tindakan atau kebijakan yang akan diterapkan.

Konsep Going Concern

Sebuah “going concern” adalah sebuah konsep bisnis yang mengatakan sebuah organisasi akan tetap berjalan normal dan menghasilkan uang untuk pemegang saham kecuali sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Artinya organisasi tidak harus tutup, dan beberapa biaya mungkin tidak langsung dibayarkan karena dianggap organisasi masih dapat bekerja dan menutupi biaya tersebut.

Konsep Going Concern

Matching Concept

Penerapan konsep pencocokan pada laporan keuangan dapat diamati dalam laporan laba rugi. Konsep pencocokan berpendapat bahwa pendapatan harus dicocokkan dengan pengeluaran pada saat yang sama.

Menurut konsep pencocokan, semua biaya yang terkait dengan persediaan akan dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan dan dibebankan pada saat barang terjual. Sementara ini terjadi, laporan konsumsi juga akan berisi biaya yang tidak terkait dengan pendapatan.

Konsep Unit Keuangan

Bisnis apa pun yang menggunakan gagasan unit keuangan (juga disebut unit moneter) perlu mengetahui cara melacak transaksi moneter.

Ini untuk mempercepat dokumentasi pembelian dan mencegah organisasi mencatat jumlah utang yang berlebihan. Karena informasi ditulis dalam satuan nilai mata uang, lebih mudah untuk mengukur dan memahami laporan keuangan.

Konsep Dasar Periode Akuntansi

Secara berkala, seperti setiap tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, atau satu tahun, informasi keuangan tentang perusahaan harus disediakan.

Periode akuntansi mengacu pada frekuensi pelaporan data keuangan. Dengan mengadakan laporan ini secara teratur, organisasi dapat memastikan bahwa rencana dan kebijakan masa depan sejalan dengan ide dasar akuntansi, sebagai berikut:

Pengukuran Nilai Uang

Transaksi keuangan harus dapat diukur dalam satuan moneter tertentu. Begitu juga dengan aset, kewajiban, dan modal yang dimiliki dalam perusahaan. Dari penilaian ini dengan nilai uang, seluruh nilai aset perusahaan dapat diperkirakan.

Software Akuntansi Jurnal Memenuhi Konsep Standar Akuntansi

Ide dasar akuntansi yang tercantum di atas memang penting, namun perlu kamu ketahui juga bahwa akuntansi adalah konsep pencatatan keuangan yang mencakup kumpulan data yang harus dikelompokkan menurut laporan keuangan atau data yang dibutuhkan oleh pihak internal dan eksternal perusahaan.

Software akuntansi jurnal online akhir-akhir ini dikembangkan sebagai solusi akuntansi yang sederhana dan efektif untuk menghindari kesalahan pencatatan dan mengurangi bahaya human error akibat memasukkan transaksi berulang kali pada berbagai jenis laporan.

Software Akuntansi Jurnal

Tidak perlu mencatat transaksi yang sama lebih dari satu kali saat menggunakan jurnal. Tergantung pada jenis laporan keuangan yang perlu dibuat, jurnal secara otomatis akan menempatkan setiap transaksi keuangan yang dibutuhkan ke dalam kategori yang tepat.

Cara lain agar jurnal dapat membantu keuangan adalah dengan menghitung pajak secara otomatis, membuat faktur, dan melacak stok.

Kesimpulan

Kesalahan akuntansi dapat berdampak besar pada keuangan perusahaan jika orang tidak memahami dasar-dasar akuntansi. Konsep akuntansi adalah seperangkat aturan dasar, asumsi, dan situasi yang dapat digunakan di sebagian besar situasi.

Konsep akrual dalam pelaporan keuangan berpendapat bahwa setiap akun dalam laporan posisi keuangan harus dilaporkan dan diakui pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh organisasi. Laporan situasi keuangan organisasi harus secara akurat menunjukkan berapa nilai aset perusahaan yang sebenarnya.

Back to top button