Advertisement

Perbedaan Antara Obligasi Dengan Saham

Rancakmedia.com – Berikut ini kami akan menjelaskan tentang perbedaan antara obligasi dengan saham, agar kamu lebih memahaminya yuk mari simak informasi lebih lanjutnya dibawah ini dengan teliti.

Banyak investor, terutama pemula, masih bingung dengan perbedaan antara saham dan obligasi dan bagaimana membuat keputusan investasi yang tepat. Keduanya tidak sama, meskipun keduanya termasuk dalam instrumen investasi pasar modal.

Oleh karena itu, kali ini kami ingin menyajikan ulasan lengkap mengenai perbedaan saham dan obligasi, khususnya bagi kamu yang baru mulai berinvestasi atau baru akan berinvestasi.

Berinvestasi dalam saham atau obligasi dengan tujuan menghasilkan uang sebanyak mungkin adalah tujuan akhir. Penjelasan ini juga diberikan agar kamu dapat memilih instrumen yang akan membantu kamu mencapai tujuan investasi kamu.

Akibatnya, memilih instrumen investasi sesuai dengan hasil yang diinginkan merupakan elemen penting dari strategi investasi yang sukses. Untuk itu, sangat penting bagi kamu untuk memilih bentuk instrumen investasi yang tepat.

Perbedaan Obligasi dengan Saham

Obligasi dan saham pada dasarnya memiliki tujuan yang sama: untuk meningkatkan modal untuk kepentingan perusahaan. Namun, perbedaan antara kedua alat investasi tersebut adalah ketika perusahaan menerbitkan saham, mereka menjual sebagian kepemilikannya kepada orang lain.

Perbedaan Obligasi dan Saham

Obligasi, di sisi lain, adalah jenis keamanan utang yang berbeda yang dapat diterbitkan dan dijual oleh perusahaan. Jika kamu memiliki obligasi, kamu akan mendapatkan penggantian untuk investasi awal ditambah bunga.

Akibatnya, saham adalah jenis kepemilikan di perusahaan, dan pemegang saham berhak atas sebagian dari keuntungan perusahaan, yang dikenal sebagai dividen. Untuk meminjam uang, perusahaan dan pemerintah menerbitkan obligasi, yang merupakan instrumen utang yang dimaksudkan untuk dilunasi dengan bunga sebesar jumlah pokok utang yang terutang.

Keuntungan Saham dan Obligasi

Perbedaan antara saham dan obligasi juga terletak pada pendapatan yang mereka hasilkan. Dengan mengetahui perbedaan keuntungan, kamu dapat mengubah instrumen investasi yang akan dipilih.

Keuntungan Saham

Akan ada dua keuntungan bagi pemegang saham, yaitu:

Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli suatu saham. Dalam hal ini, diperkirakan harga beli saham akan lebih rendah dari harga jual.

Dividen

Dividen adalah pembagian laba bersih perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Biasanya, dividen akan dikeluarkan ketika pemegang saham memberikan izinnya dalam rapat umum.

Keuntungan Obligasi

Berikut beberapa jenis keuntungan yang mungkin diperoleh pemegang obligasi:

Pendapatan tetap

Dimungkinkan untuk mengandalkan penerimaan sejumlah bunga tertentu selama obligasi itu valid. Secara umum, bunga obligasi lebih tinggi daripada deposito dan SBI.

Capital Gain Penjualan Obligasi

Serupa dengan capital gain atas saham, pemegang obligasi juga mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga perolehan obligasi. Sebagian besar penjualan dan pembelian obligasi ditangani oleh dealer di pasar sekunder atau pialang obligasi.

Capital Gain Penjualan Obligasi

Risiko Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi keduanya merupakan instrumen investasi, dan karena itu, mereka memiliki bahaya tertentu yang harus kamu waspadai sebelum melakukan pembelian. Bahaya ini harus diabaikan karena dapat melukai kamu. Risiko saham berbeda dari risiko obligasi, dan kamu harus menyadari hal ini.

Risiko Saham

Berikut ini adalah beberapa bahaya yang mungkin dihadapi oleh pemegang saham:

Tidak Menerima Dividen

Jika perusahaan merugi, pemegang saham mungkin tidak mendapat bagian dari laba bersih.

Suspend

Ketika sebuah perusahaan dalam “penangguhan”, mungkin saja perusahaan itu akan ditutup untuk selamanya.

Delisting

Bahaya delisting hampir sama dengan dibekukan, namun yang membedakan adalah perusahaan tersebut tidak berwenang lagi untuk beroperasi di pasar modal.

Perusahaan Pailit

Default akan terjadi jika suatu perusahaan dinyatakan pailit. kamu tidak akan kehilangan uang jika perusahaan tempat kamu berinvestasi bangkrut.

Risiko Obligasi

Pemegang obligasi menghadapi berbagai bahaya, antara lain sebagai berikut:

Gagal Bayar

Sebuah perusahaan dapat gagal membayar obligasi jika perputaran uang tidak baik. Risiko ini biasanya lebih tinggi di perusahaan swasta. Sementara, obligasi yang diterbitkan negara dijamin akan ditebus dengan uang APBN.

Capital Loss

Jika suku bunga naik, gejolak politik meletus, atau ada kekhawatiran internal atau global lainnya, ada kemungkinan kerugian modal. Obligasi dapat menyebabkan investor merugi jika harga jual lebih rendah dari harga beli.

Likuiditas

Obligasi adalah salah satu opsi investasi yang paling tidak berisiko. Oleh karena itu, investor akan mengalami kerugian jika terpaksa menjual kembali obligasinya.

Jika kamu tahu bagaimana membedakan antara saham dan obligasi, kamu akan dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik di masa depan. Ada pro dan kontra untuk setiap investasi.

Perbedaan Cara Beli Saham dan Obligasi

Perbedaan Cara Beli Saham dan Obligasi

Setelah mengetahui apa saja perbedaan dari kedua sarana investasi yang telah kita kaji, masalah selanjutnya yang mungkin muncul adalah bagaimana cara memperolehnya. Ya, jika kamu sudah memilih salah satu dari kedua instrumen tersebut, baik saham maupun obligasi, tentunya hal selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah bagaimana cara mendapatkannya.

Tidak hanya itu, kamu juga perlu mengetahui situs atau lembaga keuangan tempat kamu dapat membeli saham dan obligasi. Simak penjelasan berikut ini:

Membeli Saham

Perusahaan sekuritas dapat membantu kamu membeli saham di perusahaan publik Indonesia (Tbk) yang diperdagangkan di BEI. Sekuritas ini adalah broker yang diperbolehkan untuk membantu kamu membeli atau menjual saham.

Untuk memperoleh saham di BEI, kamu harus terlebih dahulu mendaftar pada sekuritas tersebut. Indonesia memiliki sejumlah besar instrumen keuangan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Biasanya yang menjadi fokus investor saham adalah keuntungan dari kemudahan bertransaksi saham dengan memanfaatkan sarana internet. Selain itu, besarnya biaya transaksi (biaya yang dikenakan oleh sekuritas saat kita membeli atau menjual saham) juga menjadi perhatian investor saham.

Membeli Obligasi

kamu dapat melakukannya di pasar perdana, terutama melalui perusahaan sekuritas, ketika obligasi pertama kali ditawarkan kepada publik. Selain itu, kamu juga dapat memperolehnya di pasar sekunder, terutama di bank dan organisasi keuangan.

Persamaan Saham dan Obligasi

Seperti yang ditunjukkan di atas, saham dan obligasi adalah kendaraan investasi yang sangat sukses yang dapat menciptakan berbagai imbalan. Jadi, selain perbedaan antara keduanya, berikut adalah tiga kesamaan antara saham dan obligasi:

Memiliki Klaim Atas Laba dan Aktiva

Saham dan obligasi memiliki andil dalam saham dan aset perusahaan. kamu lihat, kedua kendaraan investasi ini menjamin pendapatan pemiliknya dengan memberi mereka aset seperti uang tunai dan sumber keuangan lainnya.

Nah, klaim itu muncul pada hari transaksi atau pada saat perolehan saham dan penandatanganan obligasi, yang kemudian dapat dieksekusi pada saat jatuh tempo. Jadi pada dasarnya, saham dan obligasi menawarkan pendapatan bagi pemiliknya.

Memiliki Klaim Atas Laba dan Aktiva

Memiliki Hak Tebus

Pemilik saham dan obligasi juga memiliki hak penebusan, yaitu kesempatan untuk menukar saham dan obligasi dengan uang.

Surat Berharga

Kesamaan lain antara saham dan obligasi adalah bahwa mereka adalah sekuritas. Pada dasarnya, keduanya adalah perjanjian yang bersifat hitam putih karena kedua belah pihak telah menyetujuinya secara tertulis. Surat berharga ini dapat dipertukarkan baik di bursa efek maupun di pasar modal.

Jenis Saham dan Obligasi

Saham dan obligasi yang harus kamu ketahui tercantum di bawah ini:

Jenis Saham:

Keuntungan dan aset perusahaan tunduk pada klaim pemegang saham biasa. Namun, kewajiban bisnis dibatasi, sehingga pemegang saham hanya kehilangan jumlah yang mereka investasikan jika perusahaan bangkrut.
Saham preferen memiliki ciri-ciri saham biasa dan obligasi.

Jadi, uang yang diperoleh adalah dividen yang tarifnya ditetapkan seperti bunga obligasi. Ketika perusahaan gulung tikar, orang-orang yang memiliki saham preferen akan mendapatkan dividen paling banyak.

Jenis Obligasi:

Obligasi yang dijamin adalah bentuk obligasi yang dijamin dengan jaminan tertentu. Obligasi yang dijamin, obligasi hipotek, obligasi jaminan, dan obligasi peralatan adalah beberapa contoh dari jenis obligasi ini.

Obligasi tanpa jaminan adalah obligasi yang hanya diberikan dalam bentuk kepercayaan. Ini termasuk obligasi debenture, obligasi pemerintah, dan obligasi subordinasi, antara lain.

FAQ

Di bawah ini kami telah merangkum beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan tentang saham dan obligasi, sebagai berikut:

Apa Persamaan Saham Dan Obligasi?

Keduanya adalah bentuk perjanjian hitam di atas putih yang berupa perjanjian dan telah disetujui oleh kedua belah pihak.

Kesimpulan

Saham dan obligasi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan modal untuk kepentingan perusahaan. Pemegang obligasi dapat mengandalkan untuk menerima sejumlah bunga tertentu selama obligasi tersebut masih berlaku.

Pemegang obligasi mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga perolehan obligasi. Investor akan mengalami kerugian jika terpaksa menjual kembali obligasinya.

Cek Berita dan Artikel Rancakmedia.com Lainnya di Google News

Tombol kembali ke atas