OJK Resmi Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia Berikut Alasannya

Rancakmedia.com – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK secara resmi telah membatalkan izin usaha PT OVO Finance Indonesia. Pencabutan izin tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

Situs OJK pada Selasa, 9 November 2021 mengumumkan bahwa pencabutan izin usaha PT OVO Finance Indonesia mulai berlaku sejak Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan.

Putusan tersebut menyebutkan, perusahaan pembiayaan yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta tidak lagi memiliki izin OJK.

“Dengan dicabutnya izin usaha tersebut maka perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan,” demikian bunyi keterangan resmi dari OJK yang ditandatangani oleh Kepala Departemen Pengawasan IKNB 1A selaku Plh. Deputi Komisioner Pengawas IKNB Im Dewi Astuti.

🔥TRENDING:  Bisnis Pinjaman Uang di E-commerce

OJK resmi membatalkan izin usaha PT OVO Finance Indonesia

OVO juga diperlukan untuk menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait. Kewajiban tersebut adalah:

  1. Menyelesaikan hak dan kewajiban debitur, kreditur dan/atau penyandang dana yang berkepentingan
  2. Memberikan informasi yang akurat kepada debitur, kreditur, atau penyandang dana yang berminat tentang tata cara penyelesaian hak dan kewajiban.
  3. Menyediakan pusat informasi dan pengaduan konsumen di internal perusahaan.

Selain itu, perusahaan yang dicabut izin usahanya dilarang menggunakan kata “keuangan”, “pembiayaan”, dan/atau kata-kata yang bersifat pembiayaan syariah atau kegiatan kelembagaan, atas nama perusahaan, sesuai dengan Pasal 112 OJK. Peraturan Nomor 47/POJK.05/2020.

Kesimpulan Mengenai OJK Resmi Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia:

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK secara resmi telah membatalkan izin usaha PT OVO Finance Indonesia. Putusan tersebut menyebutkan, perusahaan pembiayaan yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta tidak lagi memiliki izin.

🔥TRENDING:  Optimistis Kinerja Bisnis DTI Akan Semakin Baik

Dengan dicabutnya izin usaha tersebut, maka perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan. Perusahaan yang telah dicabut izin usahanya dilarang menggunakan kata “keuangan”, “pembiayaan”, dan/atau kata-kata yang mencirikan pembiayaan syariah atau kegiatan kelembagaan, atas nama perusahaan.

Back to top button