BISNIS

Listrik Subsidi Menghemat Ditarget Bisa Rp 22 Triliun

Listrik subsidi menghemat ditarget bisa Rp 22 triliun. Direktur Jenderal Ketenaga listrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, menjelaskan tahun depannya pemerintahan memprediksi penghematan sejumlah 22,12 triliun rupiah bila subsidi listrik ditargetkan seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Listrik subsidi menghemat ditarget bisa Rp 22 triliun. Menurut Ridha, subsidi listrik diprediksi capai 61,6 triliun rupee pada 2022. Penghitungan ini mengasumsikan perkembangan ekonomi 5,7%, inflasi 3%, nilai ganti Rp 14.450, dan harga minyak mentah Indonesia USD 50 per barel. Tetapi besaran subsidi ini masih bisa dikurangkan bila subsidi listrik pas target.

Subsidi itu pas, karena konsumen setia rumah tangga dengan 450 volt ampere (VA) disortir kembali sesuai DTKS. Sekarang ini seputar 58% dari keseluruhan subsidi listrik diambil pindah oleh konsumen setia 450 VA. Kenyataannya, belum semua konsumen setia 450 VA telah masuk di DTKS. Cuman 9,3 juta konsumen setia tercatat di DTKS. “Bila Anda memakai DTKS, 15,2 juta konsumen setia akan memerlukan data.

🔥TRENDING:  Cara Membaca Candlestick Binomo untuk Pemula Agar Selalu Profit

Listrik subsidi menghemat kurang lebih Rs 22,12 triliun, jadi subsidi listrik cuman Rp 39 triliun, “kata Rida. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Rida Mulyana. Rida menambah, jumlah konsumen setia 15,2 juta masih bisa berbeda sesuai DTKS.

Faksinya sekarang ini sedang minta DTKS terkini dari Kementerian Sosial. Selanjutnya faksinya lakukan rekonsiliasi data bersama PLN dengan lakukan pengujian langsung di atas lapangan.

Kecuali pastikan data tepat, faksinya mengutamakan keutamaan publikasi saat sebelum subsidi yang ditargetkan diaplikasikan. Skenario lain yang direncanakan pemerintahan ialah subsidi listrik langsung ke warga.

Dengan anggapan tidak ada pembelahan konsumen setia 450 VA, jumlah konsumen setia rumah tangga yang terima subsidi terdaftar sekitar 32,5 juta konsumen setia. Subsidi listrik untuk konsumen setia ini capai Rp. 47,06 triliun. Dengan subsidi langsung, pemerintahan akan sediakan bermacam sumber daya langsung ke konsumen setia itu.

🔥TRENDING:  Rekomendasi Aplikasi Trading Saham Terbaik untuk Para Pemula

“Kami kerjakan latihan ke-2 barisan karena subsidi langsung sekitar Rp60 sampai 120.000 per konsumen setia perbulan, jadi subsidi bisa dihemat,” terang Rida. Penghematan subsidi ini sekitar di antara Rs 6,13 sampai Rs 27,57 triliun, bergantung di tingkat subsidi langsung. Rekonsilasi Biaya Rida meneruskan, pemerintahan menimbang untuk mengaplikasikan kembali rekonsilasi biaya yang telah disetop pada 2017.

Sekarang ini ada 13 kelompok konsumen setia listrik tidak bersubsidi yang biaya listriknya semestinya berfluktuasi bergantung inflasi, ICP ( Indonesia Crude Price ) dan nilai ganti.

Tetapi, kelompok biaya listrik ini belum berbeda semenjak 2017, hingga pemerintahan bayar ganti kerugian ke PLN. “Jika triwulan III 2021 ada 13 barisan dan biayanya tidak disamakan karena itu bakal ada ganti kerugian,” katanya.

🔥TRENDING:  Cara Mengiklankan Bisnis Yang Menguntungkan
Back to top button