IHSG rawan terkoreksi, analis rekomendasikan saham DEWA, BRIS, BBCA hingga AKRA

 

IHSG rawan terkoreksi, analis rekomendasikan saham DEWA, BRIS, BBCA hingga AKRA

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan rawan terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (27).  Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan jual meski sempat kala turun 1,88% ke level 6.196 pada perdagangan Jumat (24/7).

Pergerakan IHSG saat ini telah berada di bawah MA60 dan mencapai target minimal yang sebelumnya diperkirakan.  Pada timeframe mingguan, IHSG masih menguat tipis 0,34%, tetapi pergerakannya disertai tekanan jual.

Ia memperkirakan posisi IHSG saat ini berada dalam bagian wave iv dari wave (c) dari wave [iv]. Ia mewanti-wanti investor perlu mencermati area 6.074–6.146 sebagai area koreksi IHSG.

“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.198–6.222,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (27/7). 

Baca juga:

  • Net Sell Asing Tembus Rp 3,38 T Sepekan, Saham Bank Jumbo BBCA – BMRI Tekan IHSG
  • Pengacara Don Ritto Duga Pemilik Aset di Kasus TPPU Bakal Ajukan Praperadilan
  • Survei SMRC: Kepuasan Publik atas Kinerja Prabowo Turun 30%

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.111–6.007, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) akumulasi beli di rentang Rp 392–Rp 414 dengan target harga di Rp 510–Rp 550, sementara level stoploss di bawah Rp 330.

Kemudian PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 750–Rp 780 dengan target harga di Rp 980–Rp 1.090, dan stoploss di bawah Rp 675.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas menetapkan level resistance IHSG di 6.300, pivot di 6.200, dan support di 6.000. Phintraco mencermati pergerakan indeks di bursa Wall Street yang ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (24/7).

Saham-saham produsen chip masih lesu, namun investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan akan segera mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, setelah konflik meluas di Laut Merah. Lalu harga minyak anjlok setelah Pakistan mempertimbangkan jalur untuk memulai negosiasi perdamaian baru antara AS dan Iran, yang didorong Tiongkok.  

Kemudian pemerintahan Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang dari lebih dari 80 negara, dengan alasan negara-negara tersebut gagal melarang praktik kerja paksa (24/7).  Tarif baru ini berlaku untuk mitra dagang yang mencakup 99.4% perdagangan AS. Namun hanya beberapa jam tarif tersebut diberlakukan, sudah mendapatkan gugatan hukum dari dua usaha kecil. 

Pada pekan ini, perhatian investor global masih akan tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, seiring indikasi perundingan akan dimulai di tengah konflik yang semakin meluas. Investor juga akan mencermati pertemuan The Fed, data ekonomi AS termasuk PDB 2Q26 dan PCE Prices, dan laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar. 

Selain mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, investor akan mencermati earning season kuartal kedua 2026 dan aksi korporasi emiten. Phintraco menyebut IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000–6.100.

“Terutama jika didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat, dan tarif tambahan dari AS,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Senin (27/7). 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.