Saham chip semikonduktor bergairah, Wall Street tinggalkan zona merah

 

Saham chip semikonduktor bergairah, Wall Street tinggalkan zona merah

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Selasa (21/7), ditopang kenaikan saham-saham semikonduktor. Perhatian investor juga mulai beralih dari perkembangan konflik antara (AS) dan Iran ke laporan keuangan emiten.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 385,38 poin atau 0,74% ke level 52.224,64. S&P 500 bertambah 0,89% menjadi 7.509,20, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,29% ke 25.837,21. Ketiga indeks tersebut sekaligus mengakhiri tren koreksi selama tiga hari berturut-turut.

Berdasarkan data FactSet, sekitar 88% dari 66 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja membukukan laba di atas ekspektasi analis. Pekan ini, investor juga menantikan laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi seperti Alphabet, IBM dan Tesla.

“Dua pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan bagi musim laporan keuangan, dan bukan hanya untuk sektor teknologi,” kata analis investasi eToro Bret Kenwell dikutip dari CNBC, Rabu (22/7).

Baca juga:

  • IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Analis Jagokan Saham INDY, BRMS hingga INET
  • BGN Tak Akan Pakai Semua Sepeda Motor Listrik untuk MBG, Mau Diapakan Sisanya?
  • Anggaran MBG 2027 Bakal Lebih Rendah karena Pemangkasan Penerima Manfaat

Menurut Kenwell, ekspektasi pasar kini jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Karena itu, perusahaan yang gagal memenuhi harapan Wall Street berpotensi mendapat respons negatif dari investor.

“Situasinya berbeda dibandingkan kuartal lalu ketika ketidakpastian membuat ekspektasi pasar lebih rendah. Kini, setelah indeks mencetak rekor tertinggi, hasil yang baik pun belum tentu cukup memuaskan investor,” ujar dia.

Dari sisi emiten, saham 3M melonjak lebih dari 7% setelah membukukan laba kuartal kuartal dua di atas perkiraan analis. General Motors juga melonjak hampir 5% setelah melaporkan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi.

sementara itu, sektor semikonduktor menjadi penopang utama penguatan Wall Street kemarin. VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 4%, didorong kenaikan saham Micron Technology sebesar 12%, Intel 8%, Marvell Technology lebih dari 6%, serta Astera Labs sekitar 3%.

Kenaikan ini terjadi sehari setelah Wall Street terkoreksi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pasar sebelumnya tertekan ooleh eskalasi konflik antara AS dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas di sana.

Kendati demikian, harga minyak bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin usai muncul laporan mengenai upaya diplomatik baru untuk memediasi konflik. Sejumlah mediator disebut mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari antara kedua negara.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik sekitar 2% menjadi US$ 84,91 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent juga menguat 2% ke level US$ 91,01 per barel.

Baca Juga

Tags