Investor Saham Kaltim Tembus 150 Ribu, Kaltara Stagnan

 

Rancak Media BALIKPAPAN — Kesenjangan partisipasi masyarakat dalam pasar modal antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terjadi disparitas yang mencolok. 

Menurut data Single Investor Identification (SID) yang dihimpun, per Oktober 2025, terdapat disparitas signifikan di mana Kalimantan Timur berhasil mengumpulkan 150.532 investor saham dengan total 311.459 SID pasar modal. 

Sementara Kalimantan Utara hanya tercatat 18.071 investor saham dan 41.835 SID pasar modal atau selisih hampir 8 kali lipat.

: QRIS Tap Debut di Kalimantan

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Ferdinan Sihombing menyatakan pihaknya telah melaksanakan 945 kegiatan edukasi sepanjang 2025.

“Melalui berbagai inisiatif yang dilaksanakan sepanjang tahun, Kantor Perwakilan BEI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus berupaya memperluas jangkauan literasi dan inklusi pasar modal di wilayah Kaltim dan Kaltara,” kata Ferdinan Sihombing dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025). 

: : Indeks Pembangunan Manusia 2025 Kaltim Tembus 79,39, Tertinggi di Kalimantan

Dia mengungkapkan bahwa 3 kota di Kalimantan Timur menguasai hampir 70% total investor regional. 

Kota Balikpapan memimpin dengan 86.613 SID saham dan 44.512 SID pasar modal, disusul Samarinda dengan 83.009 SID saham dan 40.802 SID pasar modal. 

: : AHY: Trans Railway Kalimantan Hingga Sulawesi Bakal Tekan Biaya Logistik

Kabupaten Kutai Kartanegara menempati posisi ketiga dengan 43.785 SID saham dan 16.454 SID pasar modal.

Sementara itu, 12 kabupaten/kota lainnya yang berada di bawah jurisdiksi Kantor Perwakilan BEI, termasuk Kota Bontang, Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, Tarakan, Nunukan, Bulungan, Malinau, Tana Tidung, dan Kutai Barat hanya menyumbang sebagian kecil dari total investor. 

Ketimpangan ini menggarisbawahi tantangan struktural dalam penetrasi literasi keuangan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Perbandingan antara SID saham dan SID pasar modal juga mengindikasikan pola menarik. 

Di Kalimantan Timur, rasio SID pasar modal terhadap SID saham mencapai 2,07:1, yang berarti banyak investor telah melakukan diversifikasi ke instrumen lain seperti reksa dana dan obligasi. 

Sebaliknya, di Kalimantan Utara, rasio tersebut mencapai 2,31:1 atau angka yang lebih tinggi namun dengan basis investor yang jauh lebih kecil.

Sepanjang 2025, BEI telah menggulirkan 945 kegiatan edukasi dalam berbagai format seminar, kuliah umum, pelatihan, dan sosialisasi, baik daring maupun luring. 

Ferdinan mencontohkan, edukasi pasar modal untuk pelajar di Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim pada 27 Oktober 2025 menuai antusiasme tinggi, dengan peserta mengajukan pertanyaan mendalam seputar mekanisme investasi legal. 

Di Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, program khusus untuk guru pada 25 November 2025 mengadopsi strategi “cascading effect” yaitu menjadikan tenaga pendidik sebagai agen perubahan literasi finansial di lingkungan sekolah.

Adapun dia menuturkan BEI terus menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi guna memperluas basis investor. 

Pada 24 Oktober 2025, dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK), BEI menggelar audiensi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono. 

Kegiatan edukasi yang diikuti 200 pegawai OIKN menunjukkan hasil positif, di mana sebagian besar peserta ternyata sudah menjadi investor aktif, meskipun masih memerlukan pendalaman. 

Baca Juga

Rancak

Saya seorang penulis konten dengan pengalaman di bidang SEO, teknologi, dan keuangan. Saya berspesialisasi dalam membuat konten yang menarik dan ramah mesin telusur yang membantu mengarahkan lebih banyak lalu lintas ke situs web. Saya telah membantu banyak klien mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan visibilitas mereka secara online, meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin telusur, dan membuat konten menarik yang mendorong jumlah pembaca.