Saham NCKL, DSNG, hingga BMRI Dorong Indeks Bisnis-27 Menguat

 

Rancak Media – , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (20/11/2025). Sejumlah saham di dalam indeks, seperti NCKL, DSNG, hingga BMRI menjadi pendorong laju indeks hari ini.

Berdasarkan data Bursa pukul 09.04 WIB, indeks hasil kerja sama Bursa dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 0,59% ke level 557,86. Dari 27 konstituen, sebanyak 22 saham menguat, 4 melemah, dan 1 stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang naik 4,08%, diikuti PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 2,69% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,86%.

: Indeks Bisnis-27 Parkir di Zona Hijau, Saham ADMR, BBCA, UNTR Kompak Menguat

Penguatan juga dialami oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 1,75%, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 1,71%, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 1,68%.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga menguat 0,45% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,00% ke Rp4.040. Selain itu, penguatan juga dialami oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 0,78%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 0,76% dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik 0,71%.

: : Saham BUMI, KLBF hingga JPFA Dorong Indeks Bisnis-27 ke Zona Hijau

Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang terkoreksi 0,53%, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) terkoreksi 0,39%, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,29%, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) terkoreksi 0,27%.

Hanya PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang stagnan pada pembukaan perdagangan.

: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Lesu: AMRT, BBNI hingga TLKM di Zona Hijau

Retail Research CGS International Sekuritas menuturkan menguatnya indeks di bursa Wall Street dan aksi beli investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

“Sementara itu, terkoreksinya harga komoditas energi berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan,” tutur Retail Research CGS International Sekuritas, Kamis (20/11/2025).

CGS International Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support pada level 8.355-8.305 dan resistance pada level 8.460-8.510.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Baca Juga

Rancak

Saya seorang penulis konten dengan pengalaman di bidang SEO, teknologi, dan keuangan. Saya berspesialisasi dalam membuat konten yang menarik dan ramah mesin telusur yang membantu mengarahkan lebih banyak lalu lintas ke situs web. Saya telah membantu banyak klien mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan visibilitas mereka secara online, meningkatkan peringkat situs web mereka di mesin telusur, dan membuat konten menarik yang mendorong jumlah pembaca.