Amran Targetkan Swasembada Gula: Strategi Baru Kepala Bapanas

 

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, telah menetapkan target ambisius: mencapai swasembada gula nasional dalam waktu dekat. Komitmen ini disampaikannya setelah memimpin rapat perdana sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin (13/10) lalu, menandai prioritas utama dalam agenda pangan pemerintah.

Amran menegaskan bahwa pemerintah berupaya keras agar seluruh kebutuhan gula konsumsi dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri mulai tahun depan. Ia menambahkan, saat ini pemenuhan gula konsumsi sudah berjalan sesuai rencana. Fokus selanjutnya adalah memenuhi pasokan gula industri dari sumber lokal, meskipun target waktu pasti untuk segmen ini belum dijelaskan secara rinci.

Untuk mencapai target swasembada gula konsumsi, Amran membeberkan strategi utama yakni intensifikasi melalui metode bongkar ratoon. Metode ini melibatkan pencabutan tanaman tebu tua yang telah berkali-kali bertunas, lalu diganti dengan bibit tebu baru yang lebih produktif. Langkah ini diharapkan mampu meremajakan perkebunan dan meningkatkan hasil panen.

Amran menargetkan program bongkar ratoon ini akan diterapkan pada area seluas 200.000 hektare kebun tebu sepanjang periode 2025-2026. Angka ini bukanlah jumlah yang kecil, sebab setara dengan 38,4% dari total luas panen kebun tebu nasional tahun lalu yang mencapai 520.823 hektare, menunjukkan skala intervensi yang signifikan.

Data dari Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, total produksi tebu nasional mencapai 33,21 juta ton dengan rendemen rata-rata 7,42%. Namun, dari jumlah tersebut, produksi gula konsumsi baru mencapai 2,45 juta ton. Angka ini menyisakan defisit sekitar 27,94% dari total kebutuhan gula konsumsi nasional yang diperkirakan mencapai 3,4 juta ton.

Melalui program bongkar ratoon ini, diharapkan ada peningkatan signifikan dalam produksi gula konsumsi, setidaknya sebesar 30% hingga 40% dibandingkan capaian produksi sebelumnya. Peningkatan ini krusial untuk mengejar ketertinggalan dan memperkecil angka defisit yang ada.

Di tengah upaya peningkatan produksi, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyuarakan keprihatinan serius dan mendesak pemerintah untuk memangkas kuota impor gula rafinasi hingga 2,7 juta ton pada tahun depan. Menurut APTRI, rembesan gula rafinasi yang seharusnya khusus untuk industri ke pasar konsumsi telah menjadi pemicu utama tekanan pada harga gula tingkat petani.

Kekhawatiran APTRI ini diperkuat data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menunjukkan tren penurunan harga acuan pembelian gula di tingkat petani sejak Mei 2025. Tercatat, rata-rata harga gula di tingkat petani secara nasional telah menyusut dari Rp 15.746 per kilogram pada April 2025 menjadi Rp 14.476 per kilogram pada Rabu (27/8) lalu.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Jenderal APTRI, M Nur Khabsyin, menegaskan di Jakarta Selatan pada Rabu (27/8) bahwa kondisi pasar gula nasional telah dibanjiri oleh gula rafinasi impor. Ia menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kuota impor yang, menurutnya, telah ditetapkan tanpa kendali pada awal tahun, sehingga merugikan petani tebu rakyat.

Ringkasan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan swasembada gula nasional, khususnya gula konsumsi, dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri mulai tahun depan. Strategi utamanya adalah intensifikasi melalui metode bongkar ratoon pada 200.000 hektare kebun tebu sepanjang 2025-2026. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi gula konsumsi sebesar 30-40% untuk mengejar defisit nasional yang saat ini mencapai sekitar 27,94% dari total kebutuhan 3,4 juta ton.

Di sisi lain, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak pemerintah untuk memangkas kuota impor gula rafinasi hingga 2,7 juta ton tahun depan. APTRI khawatir rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi telah menekan harga gula di tingkat petani. Data Bapanas juga menunjukkan tren penurunan harga acuan pembelian gula di petani sejak Mei 2025, memperkuat seruan untuk akuntabilitas terhadap kuota impor yang dianggap merugikan petani.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.