Mees Hilgers Dihujat Netizen Belanda: Ini Penyebabnya!

 

Rancak Media: Akibat Kisruh Kontrak dengan Twente, Mees Hilgers Jadi Sasaran Amuk Warganet Belanda.

Musim 2025-2026 tampaknya menjadi awal yang pahit bagi Mees Hilgers di Eredivisie. Bek andalan timnas Indonesia ini belum sekali pun merumput dalam tujuh pertandingan perdana Twente di Liga Belanda, sebuah kondisi yang memicu banyak pertanyaan tentang posisinya di klub.

Situasi ini bukan tanpa alasan; sang pemain secara terang-terangan dibekukan oleh klubnya akibat penolakannya untuk memperpanjang kontrak. Padahal, masa kerja Hilgers bersama raksasa Enschede itu sejatinya masih tersisa satu tahun, dengan durasi kontrak hingga Juni 2026. Akan tetapi, Hilgers menunjukkan keinginan kuat untuk meninggalkan klub lebih cepat dari yang seharusnya. Tentu saja, pihak Twente enggan kehilangan aset berharganya itu secara cuma-cuma pada tahun depan, sehingga mereka bersikeras menuntut perpanjangan kontrak dari pemain bertahannya.

Kisruh kontrak yang berlarut-larut ini sontak memantik reaksi keras dari kalangan pencinta sepak bola di Belanda. Dalam kolom komentar sebuah artikel di Twente Insite yang mengulas kebuntuan kontrak antara Hilgers dan klub, banyak warganet Belanda meluapkan kekesalan mereka, tak jarang menyerang sang pemain.

Salah seorang netizen dengan tegas menulis, “Teken kontrak atau tetap duduk di bangku penonton, terlalu manis dalam beberapa tahun terakhir.” Penggemar lain turut menambahkan, “Keluhan ini sudah berlangsung lama sekali. Tanda tangani kontrak lagi atau Anda hanya akan duduk di bangku cadangan selama sisa musim jika itu yang diinginkannya.” Mereka menuntut Hilgers segera mengambil keputusan demi kejelasan masa depannya.

Kasus Mees Hilgers di Twente Bikin Asosiasi Pemain Belanda Marah

Selain melontarkan kritik, sebagian warganet Negeri Kincir Angin juga menyarankan manajemen Twente untuk segera melepas Mees Hilgers. Menurut pandangan mereka, pemain berdarah Manado tersebut tidak lagi layak dipertahankan lantaran keinginannya yang kuat untuk meninggalkan klub.

Seorang penggemar mengemukakan, “Kami sudah merekrut (Robin) Propper dan (Stav) Lemkin sebagai duet bek tengah, serta Bruns dan Nijstad sebagai pelapis. Mereka adalah pemain yang belum tentu ingin pergi dan yang memang ingin bermain dengan seragam indah kami. Energi yang kami investasikan untuk Hilgers justru akan mengorbankan talenta seperti Lemkin, Bruns, atau Nijstad.” Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran akan pemborosan sumber daya.

Warganet lain menambahkan, “Belum ada klub yang mengajukan penawaran resmi untuk Hilgers, meskipun dia adalah pemain yang bagus. Atas dasar apa dia harus mendapatkan kontrak yang lebih baik? Jika demikian, lebih baik biarkan dia pergi secara gratis. Itu akan menghemat pengeluaran gaji klub.” Ini mencerminkan pragmatisme dalam menghadapi situasi kontrak.

Sejatinya, Mees Hilgers memang telah berupaya keras untuk hengkang dari Twente selama bursa transfer musim panas 2025. Namun, harapannya pupus setelah kepindahannya kolaps karena masalah yang muncul dalam tes medis. Secara spesifik, perpindahan ke klub Prancis tidak dapat terwujud lantaran waktu untuk menyelesaikan tes medis tidak mencukupi sebelum tenggat waktu bursa transfer di negara tersebut ditutup.

Jelang Lawan Arab Saudi, Mees Hilgers Belum Bisa Selesaikan Masalah di Belanda

Drama transfer belum berakhir; pada hari penutupan jendela transfer di Belanda, Hilgers sekali lagi gagal meninggalkan Twente. Upaya sang palang pintu untuk bergabung dengan sesama kontestan Eredivisie juga kandas, menyusul kegagalan mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Agen Mees Hilgers, Mohamed Sinouh, mengungkapkan, “Dua klub Belanda lainnya menghubungi saya, menanyakan apakah Mees bersedia dipinjamkan.” Namun, ia melanjutkan, “Jendela transfer Belanda masih terbuka untuk satu hari lagi. Namun, baik Twente maupun Mees tidak mendukung opsi peminjaman tersebut.”

Berlarut-larutnya masalah di level klub ini membawa dampak serius; Mees Hilgers tidak dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia dalam ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Timnas Indonesia dijadwalkan akan memulai perjuangannya di babak kualifikasi dengan menghadapi tantangan berat dari Arab Saudi. Pertandingan krusial antara kedua tim raksasa Asia ini akan berlangsung pada 8 Oktober 2025. Tiga hari kemudian, tim asuhan Patrick Kluivert akan kembali meladeni tantangan dari Irak.

Ringkasan

Mees Hilgers dibekukan oleh klubnya, Twente, dan belum bermain di Eredivisie musim 2025-2026 karena menolak memperpanjang kontrak yang tersisa hingga Juni 2026. Situasi ini membuat Twente enggan melepasnya secara gratis, sehingga klub menuntut perpanjangan. Kisruh kontrak ini memicu kemarahan netizen Belanda yang menghujat Hilgers dan menyarankan klub untuk segera melepasnya.

Hilgers sendiri telah berupaya pindah pada bursa transfer musim panas 2025, namun gagal ke klub Prancis karena masalah tes medis dan juga gagal ke klub Eredivisie lain karena tidak ada kesepakatan. Baik Twente maupun Hilgers menolak opsi peminjaman yang ditawarkan. Akibat berlarutnya masalah ini, Mees Hilgers tidak dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.