IFSR Luncurkan Trisula: Platform Ulasan MBG dan Program Unggulan

 

Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) mengambil langkah proaktif dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peluncuran inisiatif inovatif bernama Trisula. Program ambisius ini dirancang sebagai solusi komprehensif, mencakup tiga pilar utama: sebuah platform review digital khusus MBG, pedoman standar operasional prosedur (SOP) untuk pencegahan dan penanganan insiden keamanan pangan, serta pemasangan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pengawasan higienis.

Direktur Eksekutif IFSR, Glory Harimas Sihombing, menjelaskan bahwa gagasan di balik Trisula berakar dari urgensi untuk mengevaluasi dan terus meningkatkan berbagai aspek guna memastikan program MBG tidak hanya berjalan secara berkelanjutan, tetapi juga dengan jaminan keamanan pangan yang tak tergoyahkan. “Trisula hadir untuk menutup celah potensi insiden keamanan pangan, membangun sistem pengawasan yang kuat, dan pada akhirnya, meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG,” tegas Glory dalam konferensi pers yang diadakan di kantor IFSR pada Rabu (1/10).

Lebih lanjut, Glory menyoroti peran Trisula dalam memberikan apresiasi dan visibilitas kepada dapur-dapur penyedia MBG yang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas. Di tengah maraknya pemberitaan yang mungkin menyoroti kelalaian pihak lain, inisiatif ini bertujuan agar dapur-dapur berkualitas tersebut tidak tenggelam. “Kami ingin menciptakan wadah untuk memberikan apresiasi dan motivasi bagi para pelaku usaha hingga murid, memastikan mereka tahu bahwa dapur yang melayani mereka memang berprestasi dan layak mendapat pengakuan,” tambahnya.

Program ini juga diharapkan mampu meredakan kekhawatiran orang tua mengenai jalannya program MBG. Glory berharap, dengan adanya Trisula, potensi insiden luar biasa dapat terdeteksi sejak dini, sehingga dapat dicegah agar tidak terulang kembali. “Seandainya nanti terjadi kesalahan, kami memiliki kemampuan untuk memonitor letak kesalahannya sehingga evaluasi dapat dilakukan secara bersama dan tuntas,” jelasnya, menunjukkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.

Rincian Program Trisula

1. Platform Review Makanan

Platform ini dirancang sebagai sarana partisipasi aktif bagi seluruh penerima manfaat program MBG, termasuk anak-anak, orang tua, dan guru. Mereka dapat secara leluasa memberikan ulasan serta penilaian yang objektif terhadap kualitas layanan MBG di setiap dapur umum. Ini akan melengkapi dan memperkaya penilaian internal yang selama ini dilakukan oleh manajemen.

“Saat ini, kami mengakui belum ada metode komprehensif yang melibatkan publik secara langsung dalam program MBG. Kami berambisi untuk memfasilitasi akses publik agar mereka dapat melihat dan turut memantau hasil review dari dapur-dapur MBG,” ungkap Alfatehan Septianta, Vice Executive Director IFSR, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas melalui partisipasi publik.

2. CCTV Berbasis AI untuk Keamanan Pangan

Inovasi ini difokuskan pada pemantauan real-time terhadap berbagai aktivitas krusial, mulai dari aspek higienitas pekerja, kepatuhan terhadap prosedur memasak yang telah ditetapkan, hingga proses distribusi makanan ke penerima. Keunggulan CCTV berbasis AI terletak pada kemampuannya mendeteksi potensi pelanggaran SOP secara otomatis dan langsung.

“Kami memanfaatkan AI sebagai alat bantu pengawasan, namun perlu digarisbawahi bahwa AI bukanlah pihak yang menyelesaikan masalah. AI berfungsi mendeteksi pelanggaran, sementara penyelesaiannya tetap menjadi tanggung jawab kepala dapur,” papar Satya Nugraha, Chief Executive Kreasi Binar Indonesia. Ia menambahkan bahwa rekaman CCTV juga berfungsi sebagai bukti pengawasan yang valid, bahkan mampu mengidentifikasi keberadaan dapur fiktif. Platform ini memungkinkan publik untuk melihat kondisi dapur MBG secara langsung, mulai dari tahapan memasak hingga proses pengiriman. “Jika implementasi CCTV ini dilakukan secara masif, kita dapat dengan cepat menemukan pelanggaran, dan masyarakat pun dapat berpartisipasi dalam pemantauan karena sifat dapur adalah publik. Siaran langsung pun tidak melanggar aturan apa pun,” imbuhnya, membuka jalan bagi pengawasan kolektif.

3. Pedoman Pencegahan dan Penanganan Keamanan Pangan

Pilar ketiga ini merupakan sebuah pedoman komprehensif yang berfungsi sebagai acuan baku bagi setiap dapur MBG. Cakupannya dimulai dari prosedur penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga mekanisme distribusi makanan yang aman dan higienis ke sekolah-sekolah. SOP yang termuat dalam pedoman ini mencakup berbagai protokol vital, seperti standar higienitas karyawan, ketentuan suhu yang tepat untuk penyimpanan dan pengolahan, pengendalian titik-titik kritis dalam rantai pangan, serta mekanisme penanganan cepat dan efektif jika terjadi insiden keamanan pangan.

Ringkasan

Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) meluncurkan inisiatif Trisula untuk menjamin kualitas dan keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang untuk menutup celah potensi insiden keamanan pangan, membangun sistem pengawasan yang kuat, serta meningkatkan kepercayaan publik. Trisula juga bertujuan memberikan apresiasi kepada dapur penyedia MBG yang berkomitmen tinggi dan mendeteksi potensi insiden secara dini.

Trisula terdiri dari tiga pilar utama: platform ulasan digital yang memungkinkan penerima manfaat menilai kualitas layanan MBG. Pilar kedua adalah pemasangan CCTV berbasis AI untuk pemantauan real-time terkait higienitas, prosedur memasak, dan proses distribusi. Terakhir, pedoman pencegahan dan penanganan keamanan pangan komprehensif yang mencakup SOP dari penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan yang aman dan higienis.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.