
Rancak Media , JAKARTA – Perdagangan saham PT Suparma Tbk. (SPMA) pada 24 September 2025 mencatatkan sebuah lonjakan tajam yang menarik perhatian investor. Dalam satu hari, harga saham SPMA melesat hingga mencapai titik tertinggi di level Rp430. Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 49,3% dari level tertinggi dua hari sebelumnya yang berada di Rp288 per lembar saham.
Menanggapi volatilitas saham SPMA yang luar biasa ini, Hendro Luhur, selaku Direktur SPMA, dalam penjelasan resminya kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/9/2025), menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya informasi material spesifik yang secara langsung memicu kenaikan harga saham tersebut. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa perseroan tengah mempersiapkan dua agenda korporasi penting yang mungkin secara tidak langsung berkontribusi terhadap pergerakan pasar.
Agenda korporasi pertama yang diungkapkan adalah rencana ekspansi bisnis yang ambisius ke sektor-sektor baru. PT Suparma Tbk. (SPMA) berencana untuk diversifikasi lini usaha dengan masuk ke produksi dan penjualan batako, industri kimia dasar, serta pengolahan limbah untuk bahan bakar alternatif, termasuk limbah berbahaya dan non-berbahaya. Inisiatif diversifikasi bisnis yang berwawasan lingkungan ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2025.
: Suparma (SPMA) Perluas Bisnis ke Energi Terbarukan, Siapkan Dividen Saham Jumbo
Sementara itu, agenda korporasi kedua adalah rencana pembagian dividen saham yang signifikan. SPMA akan melakukan kapitalisasi saldo laba untuk membagikan saham baru, di mana setiap 100 saham lama akan mendapatkan 30 saham baru. Dengan nilai nominal Rp400 per saham, total pembagian ini dapat mencapai maksimum 946,23 juta saham atau setara dengan sekitar Rp378,49 miliar. Rencana pembagian dividen saham ini juga akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pada RUPSLB yang sama.
: : Pabrik Raksasa Frisian Flag di Cikarang Mulai Ekspor Susu ke Malaysia dan Filipina
Meskipun kedua agenda korporasi ini berpotensi besar memengaruhi sentimen pasar, manajemen SPMA tetap menegaskan bahwa mereka tidak dapat memastikan apakah hal tersebut secara langsung memicu volatilitas harga saham pada 24 September 2025. Hingga kini, perseroan juga menyatakan tidak memiliki informasi mengenai aktivitas spesifik dari pemegang saham tertentu atau adanya rencana perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama.
: : Emtek (EMTK) Tambah Kepemilikan Saham Surya Citra (SCMA), Intip Rata-Rata Harga Pembeliannya
Sebagai informasi, PT Suparma Tbk. adalah produsen kertas terkemuka yang berlokasi di Surabaya, Indonesia. Perusahaan ini dikenal atas komitmennya dalam menyediakan produk kertas yang handal dan berkualitas tinggi. Beberapa merek produk andalannya meliputi kertas tisu Plenty dan See-U, serta berbagai jenis kertas lainnya di bawah merek dagang Cap Gajah.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Saham PT Suparma Tbk. (SPMA) melonjak 49,3% hingga mencapai Rp430 pada 24 September 2025. Direktur SPMA, Hendro Luhur, menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya informasi material spesifik yang secara langsung memicu kenaikan tajam ini. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa perseroan tengah mempersiapkan dua agenda korporasi penting yang mungkin secara tidak langsung berkontribusi terhadap pergerakan pasar.
Agenda pertama adalah rencana ekspansi bisnis ke sektor produksi batako, industri kimia dasar, serta pengolahan limbah untuk bahan bakar alternatif. Agenda kedua adalah pembagian dividen saham signifikan, di mana setiap 100 saham lama akan mendapatkan 30 saham baru. Kedua rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Oktober 2025 oleh produsen kertas terkemuka ini.
