
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat ini tengah menantikan keputusan resmi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait statusnya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Posisi ganda ini menjadi sorotan utama mengingat regulasi organisasi sepak bola tertinggi dunia tersebut.
Erick Thohir, yang baru saja dilantik sebagai Menpora pada Rabu (17/9), menegaskan bahwa dirinya tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak, baik untuk mundur maupun bertahan dari kursi Ketua Umum PSSI. Ia telah memimpin federasi sepak bola Indonesia tersebut sejak Februari 2023, jauh sebelum penunjukannya sebagai menteri.
Menurut Erick Thohir, wewenang untuk menentukan boleh tidaknya seorang pejabat pemerintah merangkap jabatan sebagai pemimpin federasi olahraga nasional sepenuhnya berada di tangan FIFA. “FIFA sebagai badan olahraga tertinggi di dunia nanti mereka yang akan mengatur nanti,” ujar Erick Thohir usai pelantikan di Istana Merdeka Jakarta. Ia menambahkan bahwa keputusannya akan diambil setelah mendapatkan tanggapan resmi dari badan tersebut. “Nanti FIFA yang bersurat, semua aturan dari FIFA,” tegasnya.
Latar belakang dari penantian ini adalah ketentuan ketat dalam Statuta FIFA, khususnya Pasal 14 dan 19. Kedua pasal ini dengan jelas mengatur bahwa federasi anggota harus bertindak sebagai badan independen, bebas dari segala bentuk campur tangan pemerintah maupun pihak ketiga. Dalam pandangan FIFA, sebuah federasi yang dipimpin oleh seorang pejabat pemerintah dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap organisasi olahraga, sebuah praktik yang sangat dilarang. Oleh karena itu, keputusan FIFA akan menjadi penentu krusial bagi kelanjutan jabatan Erick Thohir di pucuk pimpinan PSSI.
Ringkasan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sedang menantikan keputusan resmi dari FIFA terkait statusnya sebagai Ketua Umum PSSI. Posisi ganda ini menjadi sorotan karena regulasi FIFA mengenai independensi federasi anggota. Erick Thohir menegaskan tidak bisa mengambil keputusan sepihak dan menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada FIFA. Ia akan mengikuti arahan resmi dari badan sepak bola dunia tersebut.
Latar belakang penantian ini adalah Statuta FIFA Pasal 14 dan 19 yang mengatur federasi harus independen dari campur tangan pemerintah. FIFA melarang keras intervensi pemerintah dalam organisasi olahraga, termasuk jika seorang pejabat pemerintah memimpin federasi. Oleh karena itu, keputusan FIFA akan menjadi penentu krusial bagi kelanjutan jabatan Erick Thohir di PSSI.
