ITMG Incar NICE: Peluang Investasi Saham Adhi Kartiko?

 

Rancak Media – , JAKARTA — PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) secara resmi menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang untuk meningkatkan kepemilikan saham pada PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE), sebuah emiten yang bergerak di sektor nikel.

Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Mulianto, menjelaskan bahwa langkah ITMG untuk mengakuisisi 9,6% saham NICE merupakan strategi penting. Akuisisi saham NICE ini menjadi manifestasi komitmen ITMG untuk berpartisipasi aktif dalam tren global ke depan, yaitu elektrifikasi. “Salah satu area yang dapat kami dukung dari proses elektrifikasi adalah critical mineral, dan nikel adalah salah satunya,” tegas Mulianto, pada Rabu (10/9/2025).

Mulianto melanjutkan, ITMG memiliki rekam jejak yang panjang dan solid dalam proses penambangan. Manajemen sangat meyakini bahwa keahlian yang dimiliki ITMG dalam industri pertambangan dapat dikembangkan dan diaplikasikan pada sektor baru ini. Akuisisi NICE ini, tambahnya, diharapkan menjadi fondasi strategis bagi ITMG untuk mulai memasuki bisnis atau ekosistem nikel. Melalui kepemilikan saham ini, ITMG berambisi untuk berkolaborasi dan berkontribusi lebih mendalam dalam industri nikel yang prospektif.

Ke depannya, Mulianto menyatakan bahwa ITMG sangat terbuka terhadap kemungkinan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kepemilikan saham di NICE maupun melalui pembentukan kemitraan strategis. “Apakah kami akan meningkatkan kepemilikannya [NICE], adalah mungkin ini adalah langkah awal, sehingga kami percaya langkah awal ini bisa menjadikan ITMG masuk ke ekosistem dunia nikel. Ini juga bisa menjadi langkah awal kami untuk proses belajar,” ucapnya, menggarisbawahi fase pembelajaran dan adaptasi yang akan dilalui ITMG.

Sebagai informasi, ITMG saat ini tercatat memiliki 9,62% saham NICE. Berdasarkan data KSEI, jumlah tersebut setara dengan 585.000.000 lembar saham NICE. Dalam jajaran pemegang saham NICE, ITMG bersanding dengan Energy Battery Indonesia yang memiliki 69,57% saham dan Sungai Mas Minerals dengan 10,43% kepemilikan.

PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE) sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih nikel, khususnya melalui kegiatan eksplorasi proyek nikel laterit. Lokasi tambang NICE berada di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan luas area konsesi mencapai 1.975 hektare. NICE baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Januari 2024, di mana mereka berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp532,78 miliar.

Ringkasan

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) membuka peluang untuk meningkatkan kepemilikan saham pada PT Adhi Kartiko Pratiko Tbk. (NICE), perusahaan nikel. Akuisisi 9,6% saham NICE ini merupakan strategi ITMG untuk berpartisipasi dalam tren elektrifikasi global melalui sektor mineral kritis seperti nikel. ITMG yakin keahlian penambangannya yang solid dapat dikembangkan dan diaplikasikan pada bisnis nikel yang prospektif ini.

Saat ini, ITMG tercatat memiliki 9,62% saham NICE dan melihat ini sebagai fondasi strategis untuk memasuki ekosistem nikel. Ke depannya, ITMG terbuka untuk meningkatkan kepemilikan saham atau membentuk kemitraan strategis guna meningkatkan nilai perusahaan dan sebagai proses pembelajaran. NICE sendiri adalah perusahaan tambang bijih nikel di Sulawesi Tenggara yang baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2024.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.