Menkeu Purbaya Janji Gaya Komunikasi Baru di DPR: Tak Koboi Lagi!

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memulai debutnya dalam rapat kerja perdana bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini. Pertemuan penting ini diagendakan untuk memaparkan rencana kerja serta pagu anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2026. Suasana rapat yang semula formal seketika mencair ketika Purbaya menyisipkan candaan mengenai “gaya koboi” dalam berbicara, sebuah julukan yang sempat ramai diperbincangkan publik sejak ia menjabat sebagai menteri.

Mengenang kembali perannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya berkelakar tentang gaya bicaranya di masa lalu. “Ini kunjungan pertama saya sebagai menteri keuangan. Kalau dulu sebagai Ketua LPS, saya ngomongnya agak kayak koboi. Tapi sekarang nggak boleh lagi,” ujar Purbaya sambil tertawa, menandakan perbedaan signifikan antara kedua posisi tersebut. Ia lantas menegaskan komitmennya untuk berpegang teguh pada materi yang telah disiapkan stafnya, sembari berjanji bahwa “sesi bebas untuk bercanda tidak akan ada lagi.” Purbaya menambahkan, “Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda,” menyiratkan betapa posisi baru ini menuntut pendekatan yang lebih formal dan hati-hati.

Candaan tersebut disambut hangat oleh Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, yang membalas dengan jenaka, “Pak Menteri boleh koboi, tapi ada isinya, Pak,” memicu tawa di ruang rapat. Purbaya merespons dengan senyum dan anggukan singkat, “Siap, Pak.” Kendati demikian, di tengah suasana yang mencair, Purbaya tetap menegaskan fokus utamanya adalah menyampaikan paparan resmi sesuai agenda rapat, terutama mengenai perencanaan pagu anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun 2026.

Purbaya Minta Maaf atas “Gaya Koboi”

Sebelumnya, Purbaya juga telah menyampaikan permintaan maaf atas potensi kekeliruan ucapannya sejak mengemban jabatan baru ini. Permohonan maaf tersebut dilontarkan usai acara serah terima jabatan dengan Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, di Gedung Kementerian Keuangan pada Selasa (9/9). “Saya masih pejabat baru di sini, menterinya juga menteri kagetan,” tutur Purbaya. Ia menambahkan, “Jadi kalau ngomong, kata-katanya kalau kata Bu Sri Mulyani kayak koboi. Jadi kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf.” Pengakuan ini menyoroti adaptasinya terhadap peran barunya yang penuh sorotan.

Purbaya menjelaskan bahwa saat menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tidak ada pengawasan ketat terhadap gaya bicaranya, sehingga ia merasa lebih leluasa. Namun, di posisinya sebagai Menteri Keuangan, ia menyadari potensi dampak luas dari setiap perkataannya. “Waktu di LPS nggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di Kementerian Keuangan beda. Salah ngomong langsung dipelintir di sana-sini,” ungkapnya, mengindikasikan betapa besar tekanan yang dihadapinya. Dalam kesempatan itu, ia juga berjanji akan berupaya semaksimal mungkin dalam menjalankan tugasnya dan akan berdiskusi dengan Sri Mulyani mengenai arah kebijakan Kemenkeu ke depan.

Pada hari sebelumnya, tepatnya Senin (8/9), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah tampil di hadapan awak media usai dilantik di Istana Negara. Setelah pelantikan, ia langsung menuju Gedung Kementerian Keuangan dan disambut oleh para Wakil Menteri Keuangan, yaitu Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu. Dalam sesi konferensi pers tersebut, Purbaya turut menanggapi tuntutan dari massa aksi yang melakukan unjuk rasa, yang meliputi 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang, dikenal sebagai “17+8”.

Terkait tuntutan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa itu “suara sebagian kecil rakyat kita.” Ia menjelaskan, “Basically begini. Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang ya,” ujarnya dalam konferensi pers tersebut. Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan tersebut menegaskan komitmennya untuk berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Purbaya meyakini, jika ekonomi tumbuh pada level 6% hingga 7%, protes-protes semacam itu akan mereda secara otomatis. “Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6%, 7%, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” pungkasnya, menunjukkan strategi utamanya untuk mengatasi ketidakpuasan publik melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Ringkasan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memulai rapat perdana dengan Komisi XI DPR untuk memaparkan pagu anggaran Kementerian Keuangan tahun 2026. Ia bergurau tentang gaya komunikasinya yang “koboi” saat menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, namun berjanji akan lebih formal sebagai Menteri Keuangan. Purbaya menyadari dampak perkataannya yang kini lebih luas dan menegaskan tidak akan ada lagi “sesi bebas bercanda.”

Sebelumnya, Purbaya juga telah meminta maaf atas potensi kekeliruan ucapannya, menyadari pengawasan yang berbeda di posisi baru ini. Ia berjanji akan berhati-hati dan berdiskusi dengan Sri Mulyani mengenai arah kebijakan Kemenkeu ke depan. Menkeu juga menanggapi tuntutan massa aksi, dengan fokus utama pada peningkatan pertumbuhan ekonomi 6-7% untuk meredakan ketidakpuasan publik.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.