Sorotan publik tertuju pada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni setelah sebuah artikel Tempo mengungkap dirinya bermain domino dengan eks tersangka pembalakan liar, Azis Wellang. Informasi ini sontak memunculkan pertanyaan besar: siapakah sebenarnya Azis Wellang?
Nama Muhammad Azis Wellang mencuat sebagai tersangka dalam kasus pembalakan liar yang melibatkan penebangan kayu di luar izin konsesi hutan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada November 2024. Status tersangka tersebut ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan, yang kala itu masih berada di bawah payung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Azis diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT ABL, sebuah kontraktor penebangan yang diduga kuat melakukan aktivitas penebangan di luar area konsesi yang diizinkan. PT ABL, pada waktu itu, hanya memiliki izin pengelolaan areal seluas 11.580 hektare. Namun, kegiatan ilegal yang dilakukannya diperkirakan menghasilkan volume kayu mencapai 1.819 meter kubik, menyebabkan kerugian negara yang fantastis, ditaksir mencapai Rp2,72 miliar.
Dalam penetapan tersangka tersebut, Azis Wellang tidak sendirian. Ia bersama dua individu lainnya, yaitu DK (56) dan HT, yang merupakan Direktur PT GBP sekaligus kontraktor penebangan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT ABL. Namun, perjalanan hukum Azis Wellang mengalami titik balik ketika status tersangkanya dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta pada 9 Desember 2024, menyusul permohonan praperadilan yang diajukannya.
Baca juga:
- Menhut Raja Juli Klarifikasi soal Main Domino dengan Eks Tersangka Pembalak Liar
- Deretan Kader PSI yang Diboyong Raja Juli ke Tim FOLU Net Sink 2030 Kemenhut
- Menteri Kehutanan Raja Juli Bakal Benahi Lahan Sawit di Kawasan Hutan RI
Raja Juli Akui Bermain Domino dengan Aziz Wellang
Menanggapi kabar yang beredar, Raja Juli Antoni mengonfirmasi bahwa ia memang sosok dalam foto yang dimuat Tempo. Namun, ia menegaskan ketidaksadarannya bahwa salah satu teman bermain dominonya adalah Azis Wellang, eks tersangka kasus pembalakan liar. Raja Juli menjelaskan, kala itu ia memiliki janji temu dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding.
“Mas Menteri Karding meminta saya ‘nyamperin’ beliau di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di mana beliau pada saat ini menjadi Sekjennya,” tutur Raja Juli, mengutip dari akun Instagramnya @rajaantoni, Minggu (7/9). Setelah tiba, Raja Juli melanjutkan, ia berdiskusi intens dengan Karding di ruang bagian belakang selama lebih dari dua jam, di mana topik pembahasan sama sekali tidak menyangkut kasus pembalakan liar atau isu sensitif lainnya.
Mendekati pukul 24.00, Raja Juli berpamitan pulang kepada Karding. Dalam perjalanan keluar, ia mendapati sekelompok orang di ruang tamu yang tengah asyik bermain domino. “Mas Menteri Karding dan saya diajak ikut main. Setelah 2 kali putaran, saya pamit pulang kepada Mas Menteri Karding dan banyak orang yang ada di ruang tamu tersebut,” jelasnya, menambahkan bahwa ia tidak mengenal dua pemain domino lainnya, dan tidak ada pembicaraan terkait kasus hukum apa pun selama momen itu.
“Setelah berita ini beredar, saya baru tahu bahwa salah seorang yang ikut main tersebut adalah Azis Wellang yang diberitakan sebagai pembalak liar,” akunya. Raja Juli menegaskan pendiriannya yang tidak berkompromi terhadap pelanggaran hukum di kawasan hutan. “Saya akan tegakan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu,” pungkasnya, menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum.
Ringkasan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjadi sorotan publik setelah sebuah artikel mengungkap dirinya bermain domino dengan Muhammad Azis Wellang, eks tersangka pembalakan liar. Azis Wellang sebelumnya adalah Direktur Utama PT ABL yang menjadi tersangka kasus pembalakan liar di Katingan pada November 2024, dituduh menebang kayu di luar konsesi dan merugikan negara Rp2,72 miliar. Status tersangkanya kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta pada Desember 2024 melalui permohonan praperadilan.
Raja Juli Antoni membenarkan ia ada dalam foto tersebut, namun mengaku tidak menyadari bahwa salah satu pemain domino adalah Azis Wellang. Ia menjelaskan pertemuannya di posko KKSS kala itu adalah untuk berdiskusi dengan Menteri Abdul Kadir Karding, tanpa ada pembahasan terkait kasus pembalakan liar. Raja Juli menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu.
