Rancak Media – JAKARTA — JP Morgan merekomendasikan agar dana pensiun (pension fund) berperan sebagai market maker di Bursa Efek Indonesia untuk memperdalam pasar saham. CEO & Senior Country Officer JP Morgan Indonesia, Gioshia Ralie, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyarankan hal ini kepada pemerintah. Sebagai contoh, di Malaysia, Employees Provident Fund, yang mengelola dana sebesar US$300 miliar, mengalokasikan 42% investasinya ke bursa saham lokal. Sebaliknya, alokasi dana pensiun Indonesia ke bursa saham masih kurang dari 10%, menurut Gioshia dalam media briefing JP Morgan di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Gioshia menekankan pentingnya peran dana pensiun sebagai market maker, aktif melakukan aktivitas jual beli saham layaknya trader. Ia meyakini langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing. “Itu yang di Indonesia belum ada. Pasar modal sudah seharusnya untuk pendalaman saat ini,” tegasnya. Menurutnya, pendalaman pasar modal sangat krusial karena pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun terakhir didorong oleh utang. Kini, saatnya Bursa Efek Indonesia menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Selain dana pensiun, Gioshia juga berharap sovereign wealth fund (SWF) dapat ikut serta sebagai market maker. Hal ini sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan tren penurunan investasi dana pensiun, seperti BPJS Ketenagakerjaan, pada instrumen saham sepanjang 2019-2023. Portofolio investasi BPJS TK di saham, yang mencapai 19,09% pada 2019, terus menurun hingga mencapai 9,14% pada 2023. Kondisi ini berbanding terbalik dengan investasi pada surat berharga negara (SBN), obligasi, sukuk, dan deposito, serta reksa dana yang juga mengalami penurunan.
Tren penurunan alokasi investasi saham juga terlihat pada dana pensiun (dapen) lainnya. Meskipun total aset dapen bertumbuh, alokasi investasi ke saham justru menyusut sepanjang 2024. Dengan demikian, usulan JP Morgan agar dana pensiun menjadi market maker merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia.
: JP Morgan Proyeksi Rupiah Bisa Tembus Rp16.100 Akhir 2025
: JP Morgan Prediksi IHSG Bergerak di Rentang 7.500-8.000 Hingga Akhir 2025
: Siap-siap! JP Morgan Bocorkan Kapan Emas Akan Sentuh 4000 USD per Ons
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
JP Morgan mengusulkan agar dana pensiun di Indonesia berperan sebagai market maker di Bursa Efek Indonesia untuk memperdalam pasar saham. Hal ini didorong oleh rendahnya alokasi investasi dana pensiun Indonesia di pasar saham, yang kurang dari 10%, dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 42%. JP Morgan berpendapat langkah ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan menjadikan Bursa Efek Indonesia sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Usulan ini juga mencakup partisipasi sovereign wealth fund (SWF). Data OJK menunjukkan tren penurunan investasi dana pensiun, seperti BPJS Ketenagakerjaan, di instrumen saham dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, peran dana pensiun sebagai market maker dianggap sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan dan pendalaman pasar modal Indonesia.
