Ricuh Massa di 5 Kota Besar: Bakar dan Jarah!

 

Aksi demonstrasi di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, berujung ricuh dan diwarnai aksi pembakaran serta penjarahan.

Katadata.co.id merangkum serangkaian peristiwa kericuhan yang terjadi saat demonstrasi di berbagai kota pada Jumat (29/8) malam, serta kerusakan fasilitas umum dan properti warga yang terjadi akibatnya.

Demo di Jakarta: Fasilitas Umum Rusak Parah

Di Jakarta, massa demonstrasi melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas publik, termasuk halte Transjakarta, stasiun MRT, dan gerbang tol. Lebih jauh lagi, penjarahan terjadi di gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya, yang saat itu difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri.

Tujuh Halte Transjakarta Dibakar

Aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu (30/8) pagi diwarnai aksi pembakaran oleh oknum tak bertanggung jawab. Akibatnya, Transjakarta menghentikan seluruh layanannya pada hari Sabtu (30/8).

Berikut daftar halte Transjakarta yang menjadi sasaran pembakaran:

  1. Halte Senen Toyota Rangga
  2. Halte Sentral Senen
  3. Halte Senayan Bank DKI (di depan Stadion GBK)
  4. Halte Bundaran Senayan
  5. Halte Gerbang Pemuda
  6. Halte Polda Metro Jaya
  7. Halte Pemuda Pramuka

Selain itu, sebuah halte non-BRT di dekat Halte Transjakarta Senayan Bank DKI juga turut dibakar.

“Mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi yang belum kondusif, hingga pagi ini seluruh layanan Transjakarta belum bisa beroperasi melayani pelanggan,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, pada Sabtu (30/8).

Tujuh Gerbang Tol Dalam Kota Dibakar Massa

Jasa Marga melaporkan bahwa massa aksi juga melakukan pembakaran terhadap tujuh gerbang tol berikut:

  1. Gerbang Tol Slipi 1
  2. Gerbang Tol Slipi 2
  3. Gerbang Tol Pejompongan
  4. Gerbang Tol Senayan
  5. Gerbang Tol Semanggi 1
  6. Gerbang Tol Semanggi 2
  7. Gerbang Tol Kuningan 1

Selain itu, lebih dari 20 unit *water barrier*, *rubber cone*, *Median Concrete Barrier* (MCB), CCTV jalan tol, dan sarana pendukung jalan tol lainnya mengalami kerusakan akibat tindakan massa.

Sebagai akibatnya, PT Jasa Marga menutup sementara beberapa Gerbang Tol Dalam Kota Jakarta pada Sabtu (30/8) pagi:

  • Gerbang Tol Angke 2 arah Cawang
  • Gerbang Tol Jelambar 2 arah Cawang
  • Gerbang Tol Tanjung Duren arah Cawang
  • Gerbang Tol Slipi 2 arah Cawang
  • Gerbang Tol Pejompongan arah Cawang
  • Gerbang Tol Senayan 1 arah Pluit
  • Gerbang Tol Semanggi 1 arah Pluit
  • Gerbang Tol Slipi 1 arah Pluit

Stasiun MRT Tak Luput dari Aksi Vandalisme

Stasiun MRT Istora Senayan juga menjadi sasaran perusakan oleh massa demonstrasi. Akibatnya, operasional MRT hanya melayani rute Lebak Bulus hingga Blok M BCA pada pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.

“Pola operasional rute *full loop* Lebak Bulus – Bundaran HI Bank Jakarta diberlakukan mulai pukul 11.00 WIB, dengan jadwal keberangkatan antar-kereta setiap 10 menit sekali,” demikian pengumuman dari akun resmi Instagram MRT pada Sabtu (30/8) siang.

Pembakaran Bus Polisi dan Penjarahan

Ratusan orang yang tergabung dalam massa aksi membakar dua unit bus polisi yang terparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya pada Jumat (29/8) malam.

Selain itu, massa juga menjarah sejumlah barang dari dalam gedung yang saat ini digunakan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri.

Tidak jauh dari lokasi markas Gegana, kelompok massa lainnya membakar sebagian Halte Transjakarta Senen Toyota Rangga pada malam yang sama.

Berdasarkan laporan sejumlah media televisi, sebanyak 14 kendaraan di sekitar lokasi kejadian turut dibakar. Pada Sabtu (30/8), beberapa warga terlihat memungut puing-puing kendaraan yang hangus terbakar.

Aksi demonstrasi yang terjadi pada Jumat (28/8) malam mengakibatkan 12 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari Stasiun Pasar Senen dibatalkan pada Sabtu (30/8) karena penutupan akses jalan menuju stasiun.

Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, juga masih ditutup pada Sabtu (30/8) pagi. Jalan dari arah Salemba menuju Kwitang arah Monas juga ditutup oleh warga.

Selain itu, dilaporkan dari Antara, ratusan massa menyerang Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim), menyebabkan puluhan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, yang terparkir di depan gedung tersebut hangus terbakar pada Sabtu (30/8) dini hari.

Massa datang dalam jumlah besar dan langsung melempari gedung polres dengan batu dan benda keras lainnya. Tindakan anarkis ini menciptakan suasana mencekam di sekitar Markas Polres Metro Jaktim.

Pada Sabtu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat sejumlah orang mempreteli bangkai mobil yang terbakar. Beberapa pemulung dan warga sekitar mencopot pintu kendaraan dan membawanya menggunakan sepeda motor atau gerobak.

Selain Polres Metro Jaktim, lima Polsek di Jakarta Timur juga diserang oleh massa, yaitu Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung.

Di Polda Metro Jaya, Senayan, massa melakukan pembakaran terhadap halte Transjakarta, gerbang tol, dan pos polisi.

Pagar Gedung DPR Dijebol Massa

Dilansir dari Antara, massa aksi menjebol sebagian pagar Gedung DPR/MPR pada Jumat (28/8), sekitar pukul 20.00 WIB. Pagar yang dijebol terletak di samping gerbang akses menuju Sekretariat Jenderal DPD RI. Pagar tersebut tampak patah dan sebagiannya hilang.

Setelah pagar berhasil dijebol, sejumlah orang dari massa aksi masuk ke dalam kompleks parlemen sambil membawa berbagai benda seperti bambu, batu, dan botol air mineral. Namun, aparat Brimob dan TNI segera menghalau massa dan mendorong mereka mundur.

Setelah massa kembali ke luar area parlemen, aparat TNI membentuk barikade untuk menggantikan pagar yang jebol. Massa kemudian melakukan aksi pembakaran dan melemparkan berbagai barang, termasuk menyalakan petasan.

“Teman-teman mohon bersabar, ada abang-abang kalian dari TNI. Mohon kerja samanya,” imbau seorang polisi melalui pengeras suara, seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/8) malam.

Polisi juga mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis karena mereka telah diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan aspirasi. Pihak kepolisian menyatakan tidak ingin terjadi bentrokan dengan massa aksi.

“Kami tak ingin bentrok, silakan keluar,” ujarnya.

Massa kemudian beberapa kali mencoba untuk kembali masuk ke kompleks parlemen, namun aparat Brimob tetap membuat barikade dengan tameng untuk menghalau mereka.

Demo di Bandung: Aset Negara Jadi Sasaran

Rumah Milik MPR di Bandung Dibakar Massa

Sebuah bangunan aset milik MPR yang terletak di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, dibakar oleh massa saat aksi unjuk rasa gabungan pengemudi ojek daring dan mahasiswa pada Jumat (29/8).

Massa aksi awalnya melempari Gedung DPRD Jabar dengan batu, petasan, hingga bom molotov. Lemparan juga diarahkan ke rumah yang berada di seberang gedung dewan, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Bangunan yang pernah digunakan sebagai rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Barat pada era Gubernur Nuriana itu kemudian terbakar setelah bagian depannya terkena lemparan molotov, dan api merembet ke bagian dalam.

Bangunan Bank dan Rumah Warga Dirusak di Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa setidaknya lima bangunan mengalami kerusakan berat akibat aksi unjuk rasa gabungan pengemudi ojol dan mahasiswa yang berakhir ricuh pada Jumat (29/8).

Kelima bangunan yang dirusak oleh massa demonstrasi tersebut adalah:

  • Bangunan aset MPR RI di Jalan Diponegoro
  • Rumah makan Sambara
  • Satu rumah warga di Jalan Gempol
  • Dua kantor bank di Jalan Ir H Djuanda

“Dari pengecekan yang dilakukan, setidaknya ada lima bangunan rusak berat setelah dibakar hingga dilempari batu oleh para demonstran,” kata Farhan di Bandung, Sabtu (30/8).

Sejumlah fasilitas umum juga menjadi sasaran perusakan oleh massa demonstrasi, di antaranya:

  • Jalan yang rusak akibat dibakar
  • Aspal yang hancur
  • Beberapa lampu lalu lintas yang tidak berfungsi

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung juga terpaksa memberhentikan KA Turangga relasi Bandung-Malang dengan jadwal keberangkatan Jumat (29/8) pukul 17.40 WIB, di Stasiun Kiaracondong akibat dampak unjuk rasa di Bandung.

Demo di Tasikmalaya, Karawang, dan Semarang

Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, porak-poranda usai dirusak oleh ratusan demonstran pada Jumat (29/8), seperti yang dilaporkan oleh Kompas Tv.

Kerusuhan memuncak setelah terjadi bentrokan, saling dorong, dan lempar batu antara demonstran dan petugas kepolisian di depan Gedung Dewan Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya.

Demonstran berhasil masuk ke gedung dewan, merusak berbagai fasilitas seperti kaca, kursi, monitor, hingga wastafel WC, dan mencoret-coret dinding dengan cat pilok berisi tulisan protes.

Di Karawang, massa berdemonstrasi di depan Mapolres Karawang, Jawa Barat pada Jumat (29/8). Aksi demonstrasi ini berakhir ricuh, dengan massa merobohkan pagar dan melempari petugas dengan batu.

Sementara itu, di Semarang, aksi massa di depan Markas Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan pada Jumat (29/8) sore, juga berakhir ricuh. Massa melempari petugas dengan bom molotov, batu, dan botol air mineral.

Petugas kemudian membubarkan massa dengan menggunakan meriam air dan tembakan gas air mata.

Massa yang mencoba masuk melalui pintu belakang kantor Gubernur Jawa Tengah juga melakukan perusakan.

Sejumlah mobil serta sepeda motor yang terparkir di halaman belakang kantor gubernur dibakar dan dirusak oleh massa.

Pos polisi di kawasan Simpanglima, Kota Semarang, juga tak luput dari sasaran perusakan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyebutkan bahwa puluhan orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis telah diamankan oleh Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah.

“Sudah diamankan untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Artanto, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (30/8). Mereka diamankan terkait dengan perusakan fasilitas umum, pelemparan terhadap petugas, hingga pelaku pembakaran mobil di halaman kantor gubernur.

Demo di Solo dan Surabaya

Unjuk rasa yang awalnya terpusat di depan Markas Brimob Surakarta pada Jumat (29/8) berjalan kondusif. Bahkan, pengemudi ojol dan petugas kepolisian sempat melakukan salat gaib untuk mendoakan mendiang Affan Kurniawan di halaman markas Brimob.

Namun, situasi berubah menjelang sore hari. Kericuhan pecah ketika massa yang berada di luar markas, baik di bagian depan maupun sisi timur, mulai melemparkan batu ke arah halaman markas.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, meminta anggotanya untuk tetap tenang. Catur bahkan sempat keluar untuk meminta massa agar lebih tenang dalam menyampaikan aspirasi.

Massa aksi unjuk rasa di Solo, Jawa Tengah kemudian membakar ruang Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Surakarta pada Sabtu (30/8) dini hari. Gedung dua lantai ini terbakar di hampir seluruh bagian, dan hingga pagi hari masih mengeluarkan asap.

Salah seorang petugas pengamanan dalam (Pamdal), Budi, mengatakan bahwa gedung mulai dibakar oleh massa pada Sabtu (30/8) dini hari dan baru dapat dipadamkan pada pukul 04.30 WIB.

Di Surabaya, sejumlah pos polisi dibakar massa saat aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan yang berujung ricuh pada Jumat (29/8) malam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, api terlihat membakar tenda pos polisi di Jalan Raya Darmo, tidak jauh dari rumah dinas Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya. Asap hitam membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Selain di Jalan Raya Darmo, massa juga merusak dan membakar pos polisi Taman Bungkul, pos polisi di Jalan Basuki Rahmat, serta Polsek Tegalsari.

“Di tengah perempatan Jalan Raya Darmo Surabaya ini, sejumlah massa tadi membakar salah satu tenda pos polisi,” ujar Wawan, seorang pedagang bakso yang ditemui oleh jurnalis Antara di lokasi kejadian sekitar pukul 22.30 WIB.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan bahwa aparat telah berupaya melakukan langkah persuasif sebelum mengerahkan gas air mata. Proses pengamanan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari imbauan simpatik, pembuatan barikade, hingga penyemprotan air.

Demo di Makassar: Kantor DPRD Dibakar, Korban Berjatuhan

Di Makassar, Sulawesi Selatan, massa aksi membakar Kantor DPRD Kota Makassar pada Jumat (29/8) malam. Sejumlah orang bahkan menjarah barang-barang yang masih berharga pada Sabtu (30/8) pagi.

Dilansir dari Antara, delapan orang menjadi korban dalam kejadian ini. Tiga di antaranya meninggal dunia, dua kritis, dan tiga lainnya mengalami luka-luka dan sedang dirawat di rumah sakit.

Ketiga korban meninggal dunia adalah:

  1. Sarinawati (26), Staf DPRD Makassar, ditemukan oleh tim evakuasi dalam kondisi hangus terbakar dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara.
  2. Syaiful (43), laki-laki, meninggal di Rumah Sakit Grestelina dalam kondisi terbakar. Korban diketahui merupakan kepala seksi di Kecamatan Ujung Tanah.
  3. Muh Basir alias Abay, laki-laki, staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian. Ia ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan jenazahnya dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara.

Dua korban luka berat adalah:

  1. Budi Haryati (30), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dalam kondisi koma.
  2. Heriyanto (28), pegawai DPRD Makassar, dirujuk ke Rumah Sakit Grestelina, mengalami luka berat karena melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.

Sementara itu, tiga korban luka-luka lainnya adalah:

  1. Saba alias Sahabuddin (staf)
  2. Arief (cleaning service)
  3. Heriyanto (staf), yang harus dipasang selang untuk penanganan medis lebih lanjut.

Demo di Padang Berakhir Ricuh

Aksi demonstrasi oleh ratusan mahasiswa dan pengemudi ojol di depan Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Barat pada Jumat (29/8) juga berakhir ricuh. Massa mulai melempari benda ke arah pagar betis polisi yang berjaga di depan pintu gerbang Mapolda.

Sejumlah demonstrasi di berbagai daerah tersebut merupakan bentuk aksi solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam. Saat itu, ia sedang berada di tengah-tengah demonstrasi usai mengantar pesanan makanan di sekitar lokasi kejadian.

Namun, aksi-aksi solidaritas di berbagai daerah tersebut justru berujung ricuh. Massa juga melakukan pembakaran dan perusakan terhadap sejumlah fasilitas umum, yang berdampak negatif bagi masyarakat luas.

Ringkasan

Aksi demonstrasi yang berujung ricuh terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar pada Jumat (29/8) malam. Kericuhan ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan. Massa melakukan pembakaran dan penjarahan fasilitas umum serta properti warga di banyak lokasi.

Di Jakarta, tujuh halte Transjakarta dan tujuh gerbang tol dibakar, Stasiun MRT Istora Senayan dirusak, serta dua bus polisi dibakar dan penjarahan terjadi di eks Mapolres Metro Jakarta Pusat. Sementara itu, di Bandung, aset MPR dan beberapa bangunan lain dirusak dan dibakar, sedangkan Kantor DPRD Kota Makassar juga dibakar yang mengakibatkan tiga korban meninggal dan lima lainnya luka-luka. Beberapa daerah lain seperti Tasikmalaya, Karawang, Semarang, Solo, Surabaya, dan Padang juga mengalami kerusuhan dengan perusakan kantor pemerintahan, fasilitas umum, dan pembakaran pos polisi.

Baca Juga

Tags

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.