Dua sosok terkemuka, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan konglomerat Jusuf Hamka, turut hadir dalam suasana duka pemakaman Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring atau ojol yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan Kepolisian. Dalam kesempatan tersebut, keduanya menyerukan agar para pengemudi ojek daring tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus yang menimpa Affan sepenuhnya kepada jalur hukum.
Anies Baswedan, dalam pandangannya, menilai bahwa Affan gugur di tengah perjuangannya untuk menegakkan keadilan bagi seluruh ojol di Tanah Air. Oleh karena itu, Anies mengimbau agar para rekan sejawat Affan untuk terus memperjuangkan keadilan ini dengan cara yang tenang dan bermartabat. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas demi menghormati perjuangan Affan.
“Peristiwa tragis yang menimpa Affan ini sama sekali tidak boleh terulang kembali,” tegas Anies di TPU Karet Bivak, Jumat (29/8). “Saya berpesan kepada seluruh pengemudi ojol yang hadir di sini untuk kembali ke tempat masing-masing dengan hati yang tenang dan teduh setelah prosesi pemakaman selesai.” Lebih lanjut, Anies Baswedan juga mendorong komunitas ojol untuk terus menjadi teladan dalam menunjukkan solidaritas. Dengan demikian, ia percaya bahwa semangat kebersamaan para pengemudi ojek daring dapat menginspirasi masyarakat luas untuk bergerak dengan niat baik dan tujuan mulia.
Sementara itu, Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun dan merupakan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, menyampaikan belasungkawa mendalam. Dalam pesannya, ia mendorong para pengemudi ojol untuk menyikapi kasus Affan dengan kepala dingin dan bijaksana. “Meskipun duka membakar hati, pikiran harus tetap jernih,” ujarnya. “Serahkan sepenuhnya masalah ini kepada proses hukum yang berlaku.”
Pada kesempatan yang sama, Jusuf Hamka menunjukkan komitmen nyata dengan berjanji akan menyediakan beasiswa pendidikan bagi keluarga inti Affan yang masih duduk di bangku sekolah. Tak hanya itu, ia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu keluarga Affan mendapatkan pekerjaan yang layak. Menurutnya, uluran tangan ini adalah bentuk apresiasi tulus kepada para pengemudi ojek daring yang telah menjadi garda terdepan perekonomian selama pandemi Covid-19. “Saya siap menjadi bapak angkat ojol. Kesulitan yang kalian hadapi adalah kesulitan kami bersama,” pungkasnya, menegaskan solidaritasnya.
Ringkasan
Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan konglomerat Jusuf Hamka menghadiri pemakaman Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring yang meninggal setelah terlindas kendaraan kepolisian. Keduanya mengimbau para pengemudi ojek daring untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus Affan sepenuhnya kepada jalur hukum. Anies Baswedan menekankan pentingnya menjaga kondusifitas dan memperjuangkan keadilan dengan cara yang bermartabat.
Jusuf Hamka, akrab disapa Babah Alun, juga menyerukan agar kasus ini disikapi dengan kepala dingin dan bijaksana. Sebagai bentuk komitmen nyata, ia berjanji akan menyediakan beasiswa pendidikan bagi keluarga inti Affan yang masih sekolah serta membantu mereka mendapatkan pekerjaan layak. Jusuf Hamka menegaskan siap menjadi “bapak angkat ojol” sebagai bentuk solidaritas dan apresiasi atas peran ojol selama pandemi.
