
Rancak Media – , Denpasar – Jimbaran di Bali tidak hanya terkenal dengan hidangan lautnya, tetapi juga pemandangan matahari terbenam atau sunset yang romantis di atas Samudera Hindia. Itu sebabnya, wisatawan umumnya mengunjungi kawasan ini saat sore hari.
Salah satu tempat untuk menikmati panorama sunset itu adalah Rock Bar di Ayana Estate Jimbaran. Seperti namanya, bar yang baru dibuka mulai pukul 16.00 ini berada di tebing batu tepi laut yang membentang sepanjang 270 meter. Di depannya tersebar beberapa batu besar yang membuat pantai ini unik.
Meski ada di Ayana Estate, bar ini terbuka untuk tamu dari luar. Untuk menuju tempat ini, pengunjung harus menggunakan lift yang kemiringannya sekitar 45 derajat. Satu kali angkut, lilft ini bisa memuat lima sampai dengan tujuh orang. Hanya butuh waktu satu sampai dua menit untuk sampai ke bawah.
Datang pukul 16.00 sebenarnya terlalu dini karena sinar matahari di waktu tersebut masih cukup terik. Tapi, banyak yang datang di waktu itu karena khawatir tidak kebagian tempat duduk. Bar ini tidak melayani reservasi, jadi siapa cepat dia dapat. Lagi pula, tersedia banyak payung untuk melindungi diri dari paparan sinar surya.
Bar dengan kapasitas 800-an tempat duduk ini menyediakan lebih dari 20 area tempat duduk dengan keunikan masing-masing. Beberapa ada di pinggir tebing, tapi yang paling mencolok batu besar di laut yang dihubungkan dengan jembatan.
Sambil menanti matahari turun, pengunjung bisa memesan makanan dan minuman. Bar ini menyediakan makanan western lengkap dari hidangan pembuka dan salad, hidangan utama yang didominasi hidangan laut, sampai dengan penutup dengan pilihan aneka cake dan es krim. Adapun pilihan minumannya dari air putih, jus buah, teh dan kopi, sampai dengan alkohol.
Pemandangan pelan-pelan berubah menjelang pukul 18.00. Di tengah iringan musik riang yang diputar disc jockey dan deburan ombak yang membentur bebatuan, sinar matahari mulai redup. Langit biru mulai sedikit gelap dan batas cakrawala berubah menjadi jingga. Lautan mamantulkan sinar matahari yang membentuk garis lurus. Batu-batuan besar di laut membentuk siluet tegas.
Momen ini tak berlangsung lama. Para pengunjung mengabadikan momen ini dengan berfoto bersandar ke pagar bar. Hanya sekitar 15 menit, matahari pun hilang dari pandangan, menyisakan semburat jingga. Angin berembus lebih kencang. Lampu-lampu bar mulai menyala. Hentakan musik dan suara deburan ombak masih setia menemani tamu menikmati suasana menjelang malam.
Pilihan Editor: Menyepi di Pura Taman Ayun Bali
