Advertisement

Rencana Ekspansi Bank Allo Untuk Masa Depan

Rancakmedia.com – Chairul Tanjung berikan kejelasan rencana ekspansi Bank Allo ke depan. Memaparkan sejumlah inisiatif strategis PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) pascapenerbitan tambahan modal melalui sistem Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue.

Seperti diketahui, setelah rights issue ini, modal inti bank digital bersandi BBHI ini akan meningkat menjadi Rp 6 triliun.

Menariknya, minat investor yang mengikuti rights issue Allo Bank cukup signifikan. Banyaknya perusahaan digital dan non-digital yang mengakuisisi saham rights issue perusahaan menunjukkan hal tersebut.

Setidaknya, ada tujuh investor signifikan yang terlibat, yakni CT Corp, Salim Group, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. Empat nama terakhir merupakan peserta penting dalam industri ekonomi dan teknologi digital Indonesia, berjuluk unicorn.

“Kami tentu sangat bangga bahwa begitu banyaknya perusahaan-perusahaan, baik digital maupun yang non digital ikut berpartisipasi dalam rights issue ini,” kata CT di Bursa Efek Indonesia, Selasa (11/1/2022).

Chairul menyatakan, ekosistem fisik yang dimiliki oleh PT Allo Bank Tbk (BBHI) akan menjadi ekosistem fisik terbesar di Indonesia jika digabungkan dengan ekosistem fisik Grup Salim yang memiliki jaringan ritel fisik Indomaret yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (11/1/2022) di Bursa Efek Indonesia, CT mengatakan, “Salim punya Indomaret, Superindo, produk yang lain, kalau ekosistem fisik digabung itu kami sudah bisa mendeclare we are the biggest ekosistem fisik di Indonesia,”

Baca Juga:  Fitur Bank Digital Allo Bank yang Rilis Bulan Maret

Ekosistem Rencana Ekspansi PT Allo Bank Indonesia
Untuk Masa Depan

Saat ini CT Corp memiliki ekosistem yang luas, kata Chairul, diawali dengan jaringan ritel Transmart sebagai hypermarket terbesar di Indonesia. Perusahaan juga memiliki jaringan bisnis makanan dan minuman dan bisnis media digital, hingga theme park.

“Kita merasa ekosistem kita kuat, tapi dalam era digitalisasi sekarang, kolaborasi adalah kata kunci,” kata CT.

Namun, ekosistem fisik saja tidak cukup, kolaborasi dengan ekosistem digital sangat penting untuk melengkapi kedua perusahaan. Akibatnya, Allo Bank menyambut bisnis lain untuk bergabung dengan ekosistemnya.

“Sekuat apapun ekosistem perusahaan dia tetap membutuhkan kerja sama. Kami mengundang ekosistem lain untuk membangun Allo Bank,” ujarnya.

Baca Juga:  Fitur Bank Digital Allo Bank yang Rilis Bulan Maret

Alhasil, pendiri CT Corp menyambut Bukalapak, Grab, dan Traveloka ke Carro, serta perusahaan ekosistem digital lainnya.

“Dengan digabungnya dua ekosistem akan jadi kekuatan yang solid, yang luar biasa yang akan susah ditandingi oleh siapapun,” ujarnya.

Chairul menilai kedatangan Allo Bank bisa membawa angin segar bagi investor di Indonesia. “Mudah-mudahan dapat memenuhi harapan para investor,” ujarnya.

Perusahaan berencana meluncurkan aplikasi ke publik pada Maret, dengan target menjangkau 10 juta pelanggan di tahun pertama.

“Jumlah ini akan terus bertambah, dan kami menargetkan AlloBank memiliki 50 juta nasabah,”

Aplikasi Allo Bank adalah karya developer Allo Bank. Meskipun saat ini masih dalam tahap uji coba, aplikasi tersebut telah diuji oleh 43.000 pelanggan di dalam lingkungan internal CT Corp.

1 2Next page
Back to top button