Harga Saham UNVR Melonjak 16 Persen

Rancakmedia.com – Harga saham emiten produk konsumen utama PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Kamis (7/10/2021), setelah net beli oleh investor asing dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan statistik dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.05 WIB, saham UNVR naik 16,86 persen menjadi Rp 4.990/saham, memperpanjang kenaikan dalam 3 hari sebelumnya. Nilai transaksi saham UNVR mencapai Rp 588,8 miliar, terbesar di pasar saham. Sedangkan volume perdagangan mencapai 128 juta lembar saham.

Di tengah melonjaknya saham UNVR, asing melakukan net buy sebesar Rp 152,3 miliar, terbesar di BEI pagi ini.

Dengan ini, dalam sepekan, saham UNVR naik 26,33 persen, sedangkan dalam sebulan naik 21,95 persen. Namun, secara year to date (ytd), saham UNVR masih turun 32,11 persen.

Nilai kapitalisasi pasar UNVR mencapai Rp 190,37 triliun pagi ini.

Kenaikan saham UNVR ini sejalan dengan perusahaan barang konsumsi non-siklus lainnya, seperti saham produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang masing-masing naik 7,91 persen dan 7,19 persen.

Pasangan saham Indofood, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masing-masing naik 1,89% dan 1,41%. Saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga naik 4,72 persen.

🔥TRENDING:  Jenis Kegiatan Public Relations Membangun Relasi

Berkat kenaikan perusahaan-perusahaan tersebut, indeks saham sektor barang konsumsi non-siklus melonjak 4,35 persen, memimpin semua indeks sektoral lainnya sementara IHSG naik 0,61 persen menjadi 6.456,69.

Dari sisi kinerja keuangan, laba bersih UNVR hingga Juni tercatat Rp. 3,05 triliun, turun 15,75 persen dari waktu yang sama tahun sebelumnya Rp. 3,62 triliun.Saham UNVR Melonjak

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/7), penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan koreksi pendapatan dalam periode 6 bulan ini. Pendapatan UNVR tercatat Rp 20,18 triliun, turun 7,30 persen dari Juni 2020 sebesar Rp 21,77 triliun.

Penjualan domestik mencapai Rp 19,29 triliun, turun dari Rp 20,77 triliun, sedangkan ekspor turun menjadi Rp 888,11 miliar dari Rp 1 triliun.

Penjualan ke pihak berelasi terbesar adalah ke Unilever Asia Private Limited, Unilever (Malaysia) Holdings Sdn Bhd, Unilever Philippines, Inc., Unilever EAC Myanmar Company Limited, Unilever Australia Ltd, dan Unilever Thai Trading Limited.

Bisnis mencatatkan laba kotor sebesar Rp 10,25 triliun, turun dari sebelumnya Rp 11,18 triliun, sedangkan beban pokok penjualan turun menjadi Rp 9,93 triliun dari Rp 10,59 triliun.

Sedangkan belanja pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp 4,22 triliun dari sebelumnya Rp 4,29 triliun.

Per Juni, total aset tercatat sebesar Rp. 20,27 triliun, dari Desember 2020 menjadi Rp. 20,53 triliun, dimana kas dan setara kas turun signifikan menjadi Rp. 526,36 miliar dari Desember 2020 sebesar Rp. 844,08 miliar.

🔥TRENDING:  Cara Buka Rekening Bank Tanpa NPWP

Total kewajiban mencapai Rp. 16,26 triliun dari Desember 2020 menjadi Rp. 15,59 triliun, dengan ekuitas Rp. 4,01 triliun dari Desember 2020 menjadi Rp. 4,94 triliun.

Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia, mengatakan perkembangan industri FMCG (Fast Moving Consumer Goods) belum sepenuhnya pulih karena wabah Covid-19. Inilah yang mendorong konsumen untuk berhati-hati dalam memilih kebiasaan membeli di banyak bidang mendasar.

“Beragam kesulitan berdampak signifikan terhadap laju ekspansi perusahaan. Seiring dengan kenaikan harga material yang naik, harga barang juga sudah mulai naik” Demikian keterangan yang dirilis Ira, Jumat (23/7).

Kesimpulan Mengenai Harga Saham UNVR:

Saham UNVR naik 16,86 persen menjadi Rp 4.990/saham, memperpanjang kenaikannya dalam 3 hari sebelumnya. Nilai transaksi saham UNVR mencapai Rp 588,8 miliar, terbesar di pasar saham. Laba bersih UNVR hingga Juni tercatat Rp 3,05 triliun, turun 15,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan UNVR tercatat Rp 20,18 triliun, turun 7,30 persen dari Juni 2020 sebesar Rp 21,77 triliun. Penjualan domestik mencapai Rp 19,29 triliun, sedangkan ekspor turun menjadi Rp 888,11 miliar dari Rp 1 triliun. Penjualan ke pihak berelasi terbesar adalah ke Unilever (Malaysia) Holdings Sdn Bhd.

Back to top button