Advertisement

Penerbitan Obligasi Bank Mandiri Terima Rp 4,39 Triliun

Penerbitan obligasi bank mandiri terima Rp 4,39 triliun. Obligasi keberlanjutan sebesar US $ 300 juta atau sama dengan Rp.4,39 triliun berjangka waktu 5 tahun dengan kupon 2%.

Penerbitan obligasi keberlanjutan awalnya menghasilkan dana baru sebesar USD 300 juta atau sama dengan Rp 4,39 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp14.631 per dolar AS.

Hasil dana akan dipakai untuk mendanai kembali beberapa proyek yang ramah lingkungan (hijau) dan bisa diterima dengan cara sosial.

Obligasi keberlanjutan berjangka waktu 5 tahun dengan kupon 2%. Dalam penerbitan obligasi keberlanjutan ini, Bank Mandiri menunjuk Deutsche Bank, HSBC dan Mandiri Sekuritas sebagai gabung lead manajer.

Bank Mandiri Panji Irawan, Direktur Tresuri dan Perbankan Internasional, mengatakan jika ini sebagai penerbitan obligasi keberlanjutan pertama Bank Mandiri dan sebagai sisi dari implikasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang diatur oleh perusahaan yang sudah penuhi dasar obligasi keberlanjutan. Standard International Capital Market Association (ICMA).

Disamping itu, rangka kerja ini searah dengan standard obligasi keberlanjutan Assosiation of southeast Asian Nation (ASEAN) atau Bangsa Asia Tenggara, standard obligasi hijau dan standard obligasi sosial.

Panji menjelaskan, Bank Mandiri  memiliki komitmen untuk mengaplikasikan praktek keuangan berkelanjutan dengan membuat RAKB yang diterapkan lewat tiga pilar strategis. “Tiga pilar itu ialah Perbankan Berkelanjutan, Operasi Berkelanjutan, dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Inklusi Keuangan Berkelanjutan.

Salah satunya ide dalam pilar “Perbankan Berkelanjutan” ialah pendanaan beberapa sektor berkelanjutan seperti energi baru dan terbarukan dan pendanaan beberapa proyek sosial, terutamanya untuk segmen UMKM dan micro, “kata Panji dalam tayangan persnya, Selasa ( 13/4 / 2021).

Di depan, kata Panji, faksinya mengharap terus memberikan dukungan program pemerintahan untuk mengeruk dan manfaatkan kekuatan energi baru dan terbarukan yang lumayan besar di Indonesia dan capai arah pembangunan berkelanjutan.

Penerbitan obligasi keberlanjutan ini terima keinginan lebih dari 2,5 miliar dolar AS sepanjang proses pembukuan, hingga terjadi kelebihan keinginan lebih dari 8,3x jumlah yang diperkirakan dari obligasi yang diedarkan.

Hal itu memperlihatkan pemahaman positif investor asing pada kinerja dan prospek usaha Bank Mandiri di depan.

Keyakinan investor yang positif kelihatan dari rangking yang diberi oleh instansi pemeringkat internasional, Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch, untuk obligasi itu. Sesudah proses penerbitan, obligasi akan dicatat di Bursa Dampak Singapura (Singapore Exchange / SGX).

 

Related Articles

Back to top button